Politik

Pemkab Pesawaran

Berita Terbaru

Soal Bantuan Banjir dan Tanah Desa Bunut, Arifin: Ini Hanya Salah Faham saja

Minggu, Mei 19, 2019 Add Comment
Pesawaran (SNC) : Kabar beredar tentang larangan membersihkan salah satu lingkungan korban bencana banjir berupa puing-puing di Desa Bunut, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran 20/4/2019) lalu nampaknya hanya kesalah fahaman semata.

Kepala Desa (Ksdes) Arifin menuturkan sejujurnya tidak ada kalimat berupa larangan darinya. Arifin mengaku memang ia sempat menunda membersihkan lingkungan yang mempermasalahkan itu, namun hal ini dilakukan lantaran ada tempat-tempat yang cukup mendesak sehingga harus dilaksanakan tanpa dapat ditunda

" Memang pada waktu itu ada perangkat desa saya minta izin ke saya mau bersihin disana (sekolah PAUD dan lingkungan Kusmin), tapi saya bilang jangan dulu karena bersih-bersih di kantor desa belum selesai sebab kantor desa kerendam lumpur juga, oleh karena itu kita utamakan kantor desa dulu siapa tau ada bantuan masuk untuk desa kita ini, supaya nanti gampang kita salurkan, "jelas Arifin

"Ini hanya miss komunikasi saja sebenarnya , hanya salah persepsi.  Gak mungkin lah ada kepala desa seperti  itu, cuma namanya masyarakat kadang-kadang penyampaian yang tidak pas, sehingga yang menerima kabar jadi salah persepsi ," ungkap dia

Arifin juga mengungkapkan sesuai skala prioritas penanganan pasca banjir beberapa waktu lalu, tahap pertama memang harus membersihkan kantor desa terlebih dahulu.

Mendahulukan kantor desa ini sangat urgent sebab akan dijadikan tempat penampungan bantuan, apalagi sebutnya sore harinya bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona juga akan meninjau lokasi
"Jadi gak ada saya pilih-pilih apalagi sampai melarang, tapi karena ada prioritas yang harus kita dahulukan. Ya gak mungkin saya melarang,"terang dia

Ia kembali menjelaskan bahwa setelah selesai membersihkan kantor desa , proses selanjutnya dengan melakukan penyisiran terhadap rumah-rumah janda yang sudah lanjut usia guna memastikan kediaman dapat terbantu

Selain itu dilakukan pula upaya membuat tanggul darurat, hal ini sebagai langkah antisifasi apabila terjadi banjir susulan. Selanjutnya membersihkan sekolah- sekolah SD yang sudah porak poranda akibat rerendam air
"Dari sini baru kemudian kita neninjau PAUD (lingkungan Kusmin), Cuma pas tim kesana kondisi sudah pada dibersihin hampir selesai, saya juga terimakasih sebenarnya karena memang banyak yang punya inisiatif membersihkan sendiri, artinya meringankan," lanjutnya

"Sekali lagi tidak ada larangan, mana mungkin kepala desa melarang, ini hanya salah faham, sama salah persepsi saja, "tandasnya

Sementara berkaitan dengan status tanah desa, Arifin menambahkan bahwa tanah tersebut merupakan tanah wakab yang disepakati antara lurah Juhdi terdahulu dengan Kusman (kakak Kusmin)
Berdasarkan sejarah saat itu ulasnya tanah tersebut terdapat sengketa dengan Bank, 

" Waktu itu Kusman minta tolonglah dengan Juhdi. Setelah itu Kusman bersama Juhdi, Hi Sabar dan Hi Udi urunan masing masing Rp. 2 juta. Yang selanjutnya sebagai ucapan terimakasih karena merasa sudah dibantu Kusman mewakabkan tanah atas prakarsa kades Juhdi yang sekarang ini berdiri kantor desa, " terangnya

Memang lanjut dia kesepakatan ini  tidak ada keterangan wakab berupa surat antara Kusman dengan Juhdi (lurah terdahulu), hanya saja karena hubungan baik kedua belah pihak sama sama percaya. 

 Keterangan wakab baru dibuat pada zaman kades sesudah Juhdi yaitu Muhtarom, sebagi upaya mempatenkan status tanah agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan setelah ia tak menjabat lagi.

"Kalau saya hanya sekedar melanjutkan dari kades kades sebelumnya,  ngebagusin kalau ada kantor desa yang rusak rusak, andaipun ini diambil gak ada untung ruginya di saya,  cuma alangkah kasiannya almarhum almarhum yang sudah mewakabkan ini, " terang dia. 

"Saya ini sebenarnya masih saudara dengan wahyudin (anaknya Kusmin saudara Kusman yang mewakabkan tanah). Kecilnya saya disana. Tapi ya sudahlah hanya Allah yang tahu, Intinya ini hanya salah persepsi aja. Salah faham, " tambahnya.  (aji)