Bantuan 50 Ton Beras Bulog Menghina Korban Banjir

Selasa, Februari 28, 2017
Pesawaran (SNC): Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesawaran dalam waktu dekat akan memanggil Dinas Sosial terkait pendistribusian bantuan 50 ton beras kepada korban banjir.

DPRD akan meminta keterangan dinas tersebut, sebab apa beras tak layak konsumsi justru dibagikan pada para korban banjir.

"Kami akan meminta keterangan kenapa persoalannya. apakah beras (dari Bulog) tersebut sudah lama tidak digunakan atau bagaimana kita ingin tahu sejelas jelasnya," Kata Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pesawaran, Harto Susanto, Selasa (28/2/2017)

Beras yang diambil dari Bulog tersebut dianggap telah mempermalukan korban banjir di Kabupaten Pesawaran, bahkan lebih dari itu telah mempermalukan pemerintah Kabupaten Pesawaran.

Seharusnya menurut dia sebelum didistribusikan beras tersebut dipastikan dalam keadaan layak. "Bukannya meringankan masyarakat malah menghina masyarakat kalau seperti itu. sudah kena musibah dipermalukan juga," ucap Harto.

"Kita akan meminta keterangan dinas sosial, apakah (beras tak layak) sudah sepengetahuan dinas sosial apakah diluar sepengetahuan dinas sosial. jadi ini akan kita tanyakan dulu, kalau memang Bulog ? akan kita panggil Bulognya," Tuntasnya.

Sebelumnya beras bantuan pemerintah yang tersimpan di Badan Urusan Logistik (Bulog) Provinsi Lampung, yang dipersiapkan untuk korban bencana, ternyata tak layak konsumsi. Celakanya 50 ton beras tersebut diantarannya kini telah beredar untuk para korban banjir di Kabupaten Pesawaran.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran Yulizar sendiri mengaku telah melaporkan kejadian tersebut dengan pihak Bulog, namun sayang hingga saat ini belum ada tanggapan yang memuaskan.


"Ya, mereka mau ganti asalkan ada barang buktinya, nah sekarang beras itu sudah kita bagi kepada masyarakat, apa iya kita harus menariknya satu-satu dari masyarakat, ini kan lucu," kata Yulizar. (KTR-SNC)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga