Bantuan Benih Jagung Diduga Dijadikan Ajang Pungli

Selasa, Maret 14, 2017
Lampung Selatan  (SNC) : Bantuan benih jagung tahun 2016 dengan merk Pasifik di Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan dijadikan aksi pungutan liar (pungli) oleh oknum-oknum penyuluh pertanian dikecamatan setempat.

Aksi pungli ini dialami kelompok tani didua kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Penengahan dan Kecamatan Bakauheni. Diduga oknum yang terkait ini meminta imbalan dari bantuan bibit yang seharusnya gratis ini sebesar Rp 50 ribu perkilo.

Sedangkan jumlah kelompok tani didua kecamatan ini sebanyak 29 kelompok. Dari perkelompoknya terdiri 25 anggota. Namun bantuan benih jagung dari pusat perkelompoknya mendapat  273 kilogram ini harus menebusnya dengan Rp 2 juta.

Sementara tebusan Rp 50 ribu perkilogram yang dipungut dari kelompok tani ini ia lakukan dengan dalih untuk keperluan kas kelompok masing-masing. 

“Memang gratis benih jagung yang dibagikan, nah ada juga yang bayar ini Rp 50 ribu perkilo, ini bukan pungli tapi untuk kas kelompok,” kata Mualimin KUPT Dinas Pertanian Kecamatan Penengahan kepada sakaanews.com (13/3/2017)

Saat di tanya lebih lanjut, Mualimin terkesan menutupi berapa jumlah anggota kelompok tani yang mendapatkan bantuan benih jagung,serta berapa banyaknya jumlah benih yang di bagikan kepada kelompok tani.  Pihaknya beralasan bahwa berdasarkan perintah kabid yang tidak ia disebutkan namanya, data jumlah kelompok tani yang mendapatkan bantuan tidak bersifat rahasia dan tidak boleh menjadi konsumsi publik.
Diketahui sebelumnya,  tanggal 24 April 2016 sebanyak 29 kelompok tani dengan anggota berjumah 25 orang ini melakukan rapat dirumah bendahara UPT Dinas Pertanian. Mereka melakukan musyawarah terkait bantuan benih jagung. 

Sesampainya saat penerimaan kepada kelompok, justru para kelompok ini harus melakukan penebusan bantuan bibit sebanyak Rp 2 juta untuk 273 kilogramnya. (ade)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga