Coba Peras Kelompok Tani, Empat Oknum LSM Diglandang Polsek Rumbia

Selasa, Maret 07, 2017
Lampung Tengah (SNC) : Empat orang yang mengaku-ngaku sebagai anggota LSM bidang pertanian berhasil dibekuk oleh jajaran Polsek Rumbia, Sabtu (4/3/2017) lalu. Keempat LSM tersebut terbukti melakukan tindak kejahatan pemerasan kepada Wayan (49) koordinator kelompok Tani setempat dengan dalih ada masalah dikelompok tersebut .

Kapolsek Rumbia Ajun Komisaris Edi Qorinas kepada wartawan menyebutkan, keempat tersangka dengan inisial UM (50), MJS (32) HRN (52) dan YLS (28) ditangkap karena melakukan pemerasan kepada kelompok tani. Modus pelaku adalah menakut-nakuti korban jika didalam kelompok tani tersebut ada kejangalan (kasus) yang akan dilaporkan kepada kejaksaan setempat.

Keempatnya memaksa Wayan memberikan uang tunai sebesar Rp 22 juta supaya masalah tersebut tidak melebar keaparat hukum. Karena permintaan tersangka sangat tinggi korban tidak menyanggupinya, justru pelaku menurunkan permintaanya hanya Rp 18 juta saja.

Tawaran uang tunai Rp 18 juta yang diminta oleh tersangka nampaknya tidak disanggupi korban. Kepada korban para tersangka ini menanyakan uang yang dimiliki saat ini. Kejadianya, kata Edi Qorinas pada tanggal 3 Maret 2017.

“Kedok tersangka ini mengaku sebagai LSM yang menemukan kasus dalam kelompok tani tersebut. Sebagai koordinator kelompok tani wayan merasa ketakutan dengan paksaan para tersangka. Akhir tersangka menawarkan damai dengan cara memberikan uang tunai. Sempat minta dua kali, pertama Rp 22 juta kedua, Rp 18 juta. Nah korban tidak menyanggupinya, akhirnya tersangka bertanya kepada korban berapakah uang yang dimilikinya, korban memiliki Rp 1,8 juta, dan korban hanya memberikan Rp 1,3 juta kepada tersangka,” kata dia.

Selain empat tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa alat bukti berupa dua unit handycam, uang tunai Rp 3.200.000, (tiga juta dua ratus ribu rupiah), lima unit Hp, KTA komisi pembela hukum dan hak asasi manusia, KTA satu pembaharuan, 1 (satu) bendel surat keputusan komisi pembela hukum dan hak asasi manusia, Satu (satu ) unit mobil suzuki Apv nopol BE 2177 Q, dan empat buah tas.

Akibat perbuatanya, keempat tersangka diancam pasal 368 KUHP tentang tindak kejahatan pemerasan dengan hukuman maksimal empa tahun penjara. “Saat ini pelaku berikut barang bukti sudah kita amankan di Mapolsek. Keempatnya diancam dengan pasal yang sama yakni 368 KUHP kurungan penjara empat tahun. (ktr/uzi)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga