Dewan Minta Acuan Pengangkatan Dan Pemberhentian Tenaga Honor

Rabu, Maret 08, 2017
Pesawaran (SNC): Ketua komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesawaran, Yusak meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) membuat acuan kerja bagi tenaga honorer yang bekerja di daerah Pesawaran.

 Acuan ini dianggap penting sebab akan menjadi dasar melakukan pengangkatan dan pemberhentian seseorang (tenaga honor) dari kontrak kerja.

"Kalau tidak ada acuan ? setiap tahun pasti tenaga honor ini dihantui rasa takut, mereka selalu bertanya apakah mereka diperpanjang (SK) atau tidak, ahirnya kerjapun tidak nyaman," kata Yusak kepada Sakanews.com, Rabu (8/3/2017).

Ketakutan ini terjadi di seluruh daerah, setiap ahir tahun tenaga honor diseluruh Kabupaten Kota selalu disuguhi rasa takut tiada henti, kalau kalau SK mereka tidak diperpanjang (Diberhentikan).

"Kan kasihan dengan para tenaga honor sebab kapanpun bisa kehilangan pekerjaan. Padahal seperti tenaga honor sekolah saja pasti lebih rajin dari PNS nya. PNS baru buka jendela (Rumah), tenaga honor itu sudah nyapu," katanya

Yusak berharap Pesawaran akan tampil beda. Kedepan ia meminta BKD dapat membuatkan acuan kerja bagi tenaga honorer," Tak perduli itu apakah pakai Perbub atau Perda yang jelas harus dibuatkan acuan kerja," pintanya.

Dengan acuan kerja terus dia seluruh tenaga honorer akan bekerja sesuai acuan itu, Kepala instansi terkait juga memiliki acuan untuk memberhentikan dan mengangkat pegawai kerja.

"Misalkan tidak masuk kerja (bolos), ini diberikan peringatan 1 sampai 3, kalau masih ya diberhentikan, tapi kalau bolos karena sakit ya kita harus ikut prihatin justru. yang jelas kita minta BKD kedepan dapat membuat acuan kerja bagi tenaga honor, sehingga tenaga honor juga tenang, nyaman kerjanya karena ada acuan bagi kinerja mereka," ujarnya. (KTR-SNC)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga