di Lamsel, Pengedar Sabu Asal Aceh Dituntut Hukuman Mati !

Selasa, Maret 21, 2017
Lampung Selatan (SNC): Pengadilan Negeri Kalianda Lampung Selatan Senin (20/3/17) menggelar sidang, mendengarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa Romi Saputra (32) Bin Zainudin, warga Dusun Kuta Dibalang Desa Pante Ara Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireun Provinsi Aceh.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Mashuri Effendi, SH, MH tersebut, jaksa Ryan Sumarta SH menuntut terdakwa  dengan tuntutan hukuman mati. Kasus bermula saat Terdakwa, tertangkap polisi saat membawa Narkoba jenis Sabu-Sabu seberat 14 kg dan 100.000 butir pil extacy di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni di tahun 2016 lalu.

"Pengadilan memutuskan terdakwa agar dihukum mati karena terdakwa secara sah menjual dan membeli narkotika yang beratnya melebihi 5 gram." ucap Ryan didepan Hakim saat membacakan tuntutan.

Jaksa Ryan juga menjelaska terdakwa dikenakan pasal 114 ayat 2  Junto pasal 132  UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, ancaman pidananya adalah hukuman mati.

"Barang bukti terdakwa Romi Saputra (32) Bin Zainudin,jumlahnya 14 kg shabu dan 100.000 butir pil ektasi. terdakwa dituntut hukuman mati karena jumlah barang bukti yang besar." ujar jaksa Ryan SH.20/3/17.

Setelah mendengarkan tuntutan JPU, Hakim Ketua memutuskan untuk menunda sidang sampai dengan 27 Maret 2017 mendatang agar terdakwa dapat mempersiapkan pembelaannya.

"Saya berikan kesempatan untuk terdakwa mempersiapkan pembelaan 1 minggu" Tutup Hakim Ketua.

Diketahui sebelumnya Satuan Narkoba Polres Lampung Selatan, berhasil gagalkan penyelundupan 14 kg Sabu dan 100 butir Pil Ekstasi di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Senin (19/9/16) silam.

Barang Haram tersebut diselundupkan di atas atap kendaraan truk kontainer dengan no plat  B 9697 JK yang dikemudikan oleh Roni Saputra barang haram berupa sabu-sabu tersebut dikemas menjadi 14 bungkus plastik bening, dengan berat total 13.700 gram. Sementara pil ekstasi dikemas menjadi 50 bungkus plastik putih yang disimpan didalam koper hitam.
(ade/(Kalianda News).

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga