Ironis Enam Pria Cabuli Dua Gadis Dibawah Umur

Jumat, Maret 17, 2017
Lampung Tengah (SNC) : Ironis, dua gadis belia sebut saja Melati (bukan nama seberanya) (14) dan Anggrek (bukan nama sebenarnya) (16) warga di Kecamatan Padangratu, Lamteng menjadi korban tindakan asusila yang diduga dilakukan enam orang laki-laki selama dua hari.

Pristiwa asusila ini terjadi, Selasa (28/2/2017) lalu, di Dusun II Kampung Sukanegara Kecamatan Bangunrejo, Lamteng.

Pencabulan kepada Melati dan Mawar ini diindikasikan sudah terencana, sebab selain enam orang pelaku (pencabulan), ternyata ada enam orang lainya hilir mudik menjaga situasi ditempat kejadian perkara.

"Ya memang benar informasi pemerkosaan bocah dibawa umur. Ada dua korbanya dan dugaan pelakunya warga saya ada enam orang. Itu menurut keterangan dari pihak korban. Saya tahu karena puluhan orang dari pihak perempuan ingin menemui pelaku-pelaku yang mereka duga adalah warga saya," Kata Arwanto, Kamis (16/3/2017)

Menurut dia kejadian bermula saat kedua bocah tersebut datang menemui salah seorang pelaku. Dan sesampainya dilokasi para pelaku langsung melakukan tindakan tidak senonoh kepada dua bocah tersebut. Dan tindakan kejahatan seksual kepada anak dibawah umur ini mencuat ketika pihak keluarga korban ingin menemui keenam orang yang diduga menjadi pelakunya.

"Kalau versi yang kami dengar memang salah satu korban kenal dengan satu pelaku. Selanjutnya korban keduanya menemui pelaku disebuah rumah didusun II milik seorang pelaku. Kalau kejadian persis saya tidak tahu. Masyarakat disini tahu setelah kejadian saja," ujarnya.

Saat ini keenam orang yang diduga menjadi pelaku pencabulan tersebut kini telah pergi melarikan diri.

"Kalau nama-namanya saya tidak paham, karena kan saya tidak mengecek satu-satu nama warga saya. Mungkin pak polisi yang lebih tau. Karena infonya sudah dilaporin ke Polsek. Keberadaanya orang enam ini sudah tidak ada dirumah, sudah pergi semua setelah kejadian ini," bebernya dia.

Jamaludin (32) warga setempat mengatakan, sejak informasi aksi pencabulan itu, rumah Tr yang diduga menjadi lokasi ajang pencabulan jamaah ini pun sudah terkunci rapat. Dan Tr pun tidak diketahui keberadaanya.

"Saya memang dengar kasus ini (pencabulan) tapi kalau rumah TR jadi tempatnya tidak mengatahui sama sekali, tiba-tiba dapat kabar seperti itu. Saya juga kaget. Tapi anehnya TR  sudah pergi dan rumanya sudah digembok," terangnya.

Sementara Kapolsek Bangunrejo Ajun Komisaris Hariyatno mengatakan jika pihaknya sedang menyelidiki kasus tersebut. Keenamnya masih dalasebab kabarnya pelaku sudah melarikan diri keluar daerah.

" Saat ini kita sudah masuk tahap lidik. Dan keterangan sementara kita kantongi nama-nama pelaku. Kalau disebutkan saya lupa tapi sudah ada diberkas laporan polisi (LP)," Kata Kapolsek. (KTR-SNC)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga