Ini Isi Pledoi Terdakwa Kurir Sabu yang Dituntut Hukuman Mati

Selasa, Maret 28, 2017
Lampung Selatan (SNC) : Pengadilan Negeri (PN) Kalianda, Lampung Selatan menggelar sidang kasus narkoba seberat 14 Kg dengan agenda pembacaan pembelaan (Pledoi) oleh terdakwa  Romi Saputra (32)  warga Dusun Kuta Dibalang Desa Pante Ara Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireun Provinsi Aceh, Senin (27/3/2017).

Dalam pledoi terdakwa Romi Saputra yang dibacakan kuasa hukumnya Riduan, SH, didepan Hakim di Pengadilan berisi, terdakwa meminta agar tuntutan JPU dengan hukuman mati untuk dibatalkan. Karena terdakwa terpaksa melakukan pengiriman barang haram tersebut untuk kebutuhan ekonomi.

“Saya berharap hakim bisa mempertimbagkan dalam putusan nya nanti mengingat terdakwa Romi Saputra (32) melakukan tindakan yang melanggar hukum  karna faktor ekonomi dan supaya yang bersangkutan tidak di kenakan hukuman mati. Karna yang bersangkuta warga negara indonesia yang memiliki hak untuk hidup,” ujar kuasa hukum terdakwa sesaat usai sidang.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alif Marus Zama, SH mengatakan, pledoi merupakan hak terdakwa untuk mengajukan pembelaan atas tuntutan yang disebutkan oleh jaksa.


“Terdakwa memiliki hak untuk melakukan pembelaan melalui kuasa hukumya seperti yang kita lihat di persidangan tadi. Jaksa menutut terdakwa dengan tuntutan hukuman mati berdasarkan barang bukti narkoba yang terdakwa bawa dan jumlahnya tidak sedikit dimana kita sama-sama tau bahayanya narkoba seperti apa,” terangnya kepada sakanews.com di PN Kalianda.

Sebeulmnya, terdakwa Romi (32) yang mengaku warga Dusun Kuta Dibalang Desa Pante Ara Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireun Provinsi Aceh, tertangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Selatan 19 September 2016 karena terbukti melakukan aksi penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 14 kilogram dan 100 butir pil ektasi di Pelabuhan Bakauheni. Karena terbukti membawa barang haram tersebut JPU memberikan tuntutan kepada teradakwa Romi dengan hukuman mati.

Hal ini sesuai dengan pasal 114 ayat 2 Junto pasal 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, ancaman pidananya adalah hukuman mati. (ade)


Bagikan Berita Melalui

Baca Juga