Moment Seminar Hut PPNI, Perawat Adukan Nasib ke-Mustafa

Sabtu, Maret 25, 2017
Lampung Tengah (SNC): Seminar kesehatan HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke-43 di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Sabtu (25/3/2017), dimanfaatkan oleh para perawat untuk mengadukan nasib mereka kepada Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Dewi salah seorang perawat dari Poncowati meminta agar nasib perawat di Lampung Tengah lebih diperhatikan khususnya yang berstatus honor. Menurutnya Kesejahteraan tenaga medis penting dalam rangka mewujudkan pelayanan yang baik.

“Kepada pak bupati, saya harap bisa meningkatkan kesejahteraan perawat di Lampung Tengah. Tidak hanya fokus pada kesejahteraan bidan PTT saja, perawat juga harus diperhatikan, mulai dari gaji hingga status kepegawaian,” ungkapnya.

Begitu juga harapan Reno, perawat lainnya dari Kecamatan Bangunrejo. Dengan adanya anggaran dana kampung (ADD), dia berharap beberapa persennya dapat dialokasikan untuk perawat di puskesmas-puskesmas kampung.

“Ada banyak tenaga perawat yang masih butuh perhatian. Kami juga berharap status kepegawaian perawat juga dinaikan, dari tenaga sukarela menjadi honor atau PNS. Kami percaya dibawah kepemimpinan Pak Mustafa, nasib tenaga kesehatan Lampung Tengah bisa lebih baik,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Bupati Mustafa mengatakan  seluruh aspirasi perawat Lampung Tengah akan menjadi catatannya untuk segera ditindaklanjuti.

 "Untuk kenaikan gaji, karena kami keterbatasan anggaran di APBD, maka akan dilakukan secara bertahap. Saya sudah perintahkan kadis kesehatan untuk mendata tenaga perawat yang ada. Yang pasti semua aspirasi akan ditindaklanjuti," tegasnya.


Seperti diketahui, dari sekitar 1000 tenaga perawat di Lampung Tengah, 600 diantaranya adalah honorer. Gaji honor saat ini Rp 600 ribu per bulan. Pemerintah setempat memberlakukan seleksi tingkat kabupaten yang jika lolos dalam seleksi pegawai tingkat kerja kabupaten, honor akan disesuaikan dengan standar UMK. (rls)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga