Pengalaman Dendi Ramadhona di Al-Kautsar, Terpaksa Nunggu Pacar di Seberang Jalan

Senin, Maret 27, 2017
Pesawaran (SNC): Selayaknya anak- anak muda, Bupati Pesawaran, Dendi Ramdhona juga punya pengalaman ketika dirinya masih menginjak di bangku sekolah.

Ia mengulas betapa ketat dan disiplinnya sekolah di Al-Kautsar. Pengalaman ini ia ceritakan dan mengundang tawa hadirin, pada acara Bantuan Sosial (Baksos) Ikatan Keluarga Besar Alumni Al-Kautsar (IKALSAR) di Islamic Centre,  Minggu (26/03/2017).

"Al-Kautsar termasuk salah satu sekolah pilihan di Lampung, lingkungan sekolahnya bagus dan tidak boleh siswa sekolah lain masuk. Jadi saya cuma bisa nunggu di seberang jalan dekat fly over itu untuk nunggu pacar saya pulang sekolah", ungkap Dendi

"Dulu juga besar keinginan saya sekolah di Al-Kautsar, tapi sekolahnya pulang jam 15.30 Wib . Jadi saat itu saya masuk ke sekolah negeri saja", lanjut Dendi di ikuti tawa semua peserta acara.

Dalam kesempatan ini bupati mengucapkan terimakasih kepada IKALSAR karena telah mengadakan bantuan sosial di daerah Kabupaten Pesawaran.

Ia mengatakan, sangat bangga Kabupaten Pesawaran dipilih menjadi tempat pertama dalam Bhakti Sosial yang diselenggarakan IKALSAR

"Terima kasih buat kanda doni ariesta (ketua pelaksana Baksos) yang sudah mengadakan kegiatan maupun lomba, nanti pemenang lomba akan kita akomodir buat meramaikan MTQ bulan depan. Jadi sekalian ini di jadikan seleksi", ucap Dendi.

Seperti diketahui dalam kegiatan tersebut, IKALSAR menggelar beberapa kegiatan, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, senam bersama, lomba tahfidz Quran, lomba mewarnai, pasar murah, dan juga pemberian bantuan kepada warga Pesawaran

Kumpulan alumni tersebut juga memberikan bantuan 200 paket sembako untuk anak-anak panti asuhan, 100 perlengkapan sekolah untuk anak-anak yang terkena dampak banjir, dan 100 paket sembako untuk wanita pra sejahtera.

Pun begitu dengan Gubernur Lampung yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni SMA Al-Kautsar, juga menyerahkan bantuan 2 unit mobil dari Kementrian PP & PA Republik Indonesia dan buku dari Perpustakaan Nasional kepada Pemkab Pesawaran. (KTR-SNC)


Bagikan Berita Melalui

Baca Juga