Pengiriman Ganja 200 Kg Asal Aceh Berhasil Digagalkan Polres Lamsel

Rabu, Maret 08, 2017
Lampung Selatan (SNC) : Pengiriman Ganja seberat 200 kilogram yang diduga berasal dari Aceh, Minggu (5/3/2017) lalu berhasil diamankan Satuan Reserse Nakoba (Satnarkoba) Polres Lampung Selatan. Barang haram tersebut didapati petugas didalam bak mobil Mitsubishi BE 9958 NAJ di Seaport Interdiction, Pelabuhan Bakauheni.

Kasatres Narkoba Lampung Selatan Iptu M Ari Satriawan mengungkapkan, semula pihaknya bersama anggota mengamati kendaraan Mitsubishi yang dikendarai Muktar (40) warga Aceh. Tidak berselang waktu lama, polisi melihat gelagat yang mencurigakan pada mobil tersebut dan polisi langsung melakukan penggledahan.

Pada penggledahan itu polisi menemukan 201 bungkus paketan ganja seberat 200 kilogram yang disimpan dibak mobil dan didinding mobil. “Iya kami mendapati sopir mengemudi dengan gelagat yang mencurigakan. Kami lakukan upaya penggeledahan. Ternyata kita temukan 200 kilogram ganja kering. Diduga barang ini dari aceh untuk diedarkan,” ujarnya.

Saat penggeldahan berlangsung, dilokasi tempat tersebut terjadi insiden sopir yang menjadi kurir ganja tersebut berusaha melarikan diri. Namun aksinya terhenti saat polisi melempuhkan sopir tersebut dengan timah panas pada betisnya.

“Rupanya sopir ini mau kabur. Kita beri tembakan peringatan, tapi terus usaha kabur langsung saja kita lumpuhkan saja,” ujarnya saat dihubungi sakanews.com, Rabu (8/3/2017).
Menurut informasi dari sopir, Ganja seberat 200 kilogram ini siap diedarkan kepulau jawa khususnya daerah Ibu Kota Jakarta. Dari keterangan Muktar sang sopir ini, ia mengaku diberi upah sebesar Rp 20 juta dalam satu pengiriman. Ia diperintah dari sesorangan dengan inisial IS untuk mengirim barang haram ini kepada Erw. Kini keduanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Lamsel dan Polda Lampung.
“Pengakuanya ia diberi barang dari IS (DPO) untuk diserahkan kepada Erw (DPO). Dari hasil menjadi kurir ini Muktar diberi upah Rp 20 juta dalam satu ekspedisi pengiriman ganja. Namun uang tersebut tidak langsung diberikan melainkan Rp 5 juta. Jika pengirian berhasil IS memberikan lagi Rp 15 juta,” terangnya.

Lanjutnya, ekspedisi pengiriman ganja itu sudah dilakukan oleh Muktar sebanyak tiga kali yang lolos dari tangkapan polisi. Untuk saat ini Muktar sedang diamankan di Mapolres Lampung Selatan guna pengembangan lebih lanjut terkait kasus peredaran ganja.(ade/zir)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga