Ronda Unik Mustafa Pakai Perahu Klotok

Minggu, Maret 05, 2017
Lampung Tengah (SNC) - Malam sudah amat pekat. Lamat-lamat dari arah Dermaga Cabang di Kampung Cabang, Bandarsurabaya, Lamteng, sebuah perahu klotok--sejenis perahu kecil yang terbuat dari kayu dengan kapasitas empat orang penumpang--berjalan pelan, menembus gelapnya malam, membelah muara pertemuan antara sungai Way Seputih dan Way Bungur.

Sekitar enam klotok yang semula berjalan terpisah dirapatkan dan berjalan pelan menyusuri muara. Dari salah satu perahu, terlihat perbincangan serius antara Bupati Lamteng, Dr.Ir. Mustafa dengan Kepala Kampung Cabang, Supri dan Camat Bandarsurabaya, Wahyu yang duduk satu perahu dengannya.

Dengan penerangan dari atas perahu yang amat minim, Bupati Mustafa yang malam itu hanya mengenakan jaket tipis berwarna biru dibalut kemeja putih lengkap dengan peci dan sarung yang melingkar di leher, begitu antusias mendengar penjelasan Kakam Supri dan Camat Wahyu tentang potensi Kampung Cabang yang mayoritas penduduknya adalah nelayan dan tinggal di tepian muara pertemuan dua sungai yang membelah Kabupaten Lampung Tengah itu.

Sesekali Mustafa menyisipkan pesan pada keduanya tentang pentingnya keamanan lewat ronda dan rasa kebersamaan melalui gotong-royong.
Terkadang, saat melihat masih ada warga yang belum tertidur, Bupati Mustafa bahkan meminta perahu sedikit menepi untuk sekedar menyapa warganya dan mengajak mereka untuk ikut dan giat melakukan ronda.

Di ruas sungai yang lain, Mustafa bahkan menyempatkan diri berhenti untuk turun dari perahu dan menyalami warga dengan menghampiri mereka yang masih terjaga diatas rumah-rumah panggungnya.

Di salah satu rumah nelayan, Mustafa juga membeli rajungan yang berasal dari hasil tangkapan nelayan, sehingga masih terlihat segara.
Menurut salah satu nelayan, rajungan hasil tangkapan langsung direbus sebelum dibekukan. Karena itu sudah bisa langsung dimakan meskipun belum dibumbui. Mendengar ini, Bupati Mustafa mengajak berbincang sambil makan rajungan rebus yang rasanya gurih meskipun tanpa bumbu.

Malam itu, Jumat (3/3/2017), Bupati Lamteng, Dr.Ir. Mustafa memang sengaja menjangkau warganya yang berada di daerah pelosok termasuk di Kampung Cabang yang merupakan kampung yang berada paling ujung di sisi timur Kabupaten Lampung Tengah untuk memantau aktifitas ronda sekaligus menyapa warganya.

"Saya ingin warga yang tinggal di pelosok tidak merasa tersisihkan apalagi merasa dinomorduakan. Mereka juga bagian dari Lampung Tengah, dan harus mendapat perlakuan yang sama dengan masyarakat lainnya. Kehadiran kita disini adalah sebagai pelayan mereka. Malam ini, saya khusus mendengarkan mereka, menggali potensi yang ada di kampung ini," terang Mustafa.



Bupati Mustafa berangkat dari Dermaga Cabang bersama rombongan yang didampingi kepala kampung dan camat setempat menyusuri tepian muara sungai menuju Dermaga Sadewa yang harus ditempuh sejauh 5 kilometer dengan kecepatan perahu klotok yang kurang dari 10 km/jam.

Akses dengan menggunakan perahu klotok ini merupakan satu-satunya akses terdekat untuk menjangkau kampung ini, mengingat muara sungai ini berbatasan langsung dengan Pantai Timur yang sudah masuk dalam wilayah Kabupaten Lampung Timur.
Sampai di dermaga Sadewa, banyak warga yang sudah berkumpul karena mendengar 

Bupati Mustafa ronda naik klotok. Warga menyalami bupati dan meminta foto bersama.
Menurut Kepala Kampung Cabang, Supri, wilayahnya memiliki sejumlah potensi yang belum tergarap dengan baik, yakni olahraga dayung dan renang, serta potensi pariwisata. Ia berharap, dengan promosi, pembinaan dan penambahan fasilitas  yang baik, potensi itu bisa dikembangkan.

"Di sini punya banyak pedayung dan perenang potensial karena umumnya masyarakat disini adalah nelayan. Bibit-bibit atlet berbakat juga bisa didapat di sini. Ini butuh promosi dan pembinaan," kata Supri.

Menanggapi hal ini, Bupati Mustafa meminta Camat dan Kakam untuk membuat proposal penyelenggaraan lomba dayung sebagai ajang mencari atlet berbakat, sekaligus upaya mempromosikan Kampung Cabang.

"Segera susun proposalnya. Saya akan sampaikan itu juga ke provinsi," kata dia.
Sebelum pamit, Bupati menyempatkan memborong rajungan hasil tangkapan para nelayan.
Setelah itu, Mustafa kemudian melanjutkan ronda lewat jalur darat. Bupati mengendarai sepeda motor. Bupati terus berkeliling di Kampung Cabang dan kampung-kampung lain di Kecamatan Bandarsurabaya.

Puluhan pos ronda ia datangi untuk menyapa dan memastikan petugas ronda hadir sesuai jadwal. Dari 10 kampung yang ada di kecamatan Bandarsurabaya, hanya tersisa dua kampung yang tak sempat dimasuki karena sudah mendekati waktu subuh.

"Ronda sudah berjalan di Bandar Surabaya ini. Tetapi masih harus ditingkatkan. Saya akan segera masuk untuk ronda ke daerah ini lagi untuk memastikan warga aktif ronda dan mau memasang lampu jalan untuk membuat kampung jadi terang benderang," kata Bupati. (rls)


Bagikan Berita Melalui

Baca Juga