Salah Tangkap, Dua Pemuda Babak Belur Dihajar Polsek

Minggu, Maret 19, 2017
Lampung Selatan (SNC): Dua orang warga di duga menjadi korban salah tangkap dan pemukulan di Gereja HKBP (Huria Keristen Batak Protestan) Pemoria di Desa Sumber Nadi, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Sabtu (11/03/17) saat sejumlah anggota polisi melakukan pengejaran terhadap pelaku begal.

Kedua korban adalah Hiras Ronatal (30) bin Anton Hutabarat, warga Dusun Sumber Wangi, Desa Marga Jasa, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan dan anak yang masih di bawah umur  Calvin Sahala Simorangkir (13) bin Jones Simorangkir, warga Sumber Nadi, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan.

Menurut salah satu korban, Hiras, kejadian bermula sekitar pukul 06.00 Wib, saat itu dirinya bersama Calvin Sahala Simorangkir sedang menginap di gereja, untuk mempersiapkan acara gereja pada hari Minggu (12/03/17).

Mereka yang saat kejadian baru saja terbangun dari tidur,  tiba-tiba mendengar suara gaduh diluar gereja, dan sempat melihat dari arah jendela sebelum keluar ternyata sudah ada beberapa orang yang menenteng senjata api.

"Saya bangun dari tidur karna ada ribut ribut di luar gereja terus saya intip dari jendela, dari jendela ngeliat ada orang nenteng senjata pistol terus saya keluar salah satu orang   lalu ditarik kaos saya, saya panik dan saya lari. Saya jatuh lalu langsung dipukuli oleh sekitar 5 orang." ucap Hiras

Korban yang menderita luka robek dibagian dahi kiri, kaki serta memar dibagian wajah serta badannya, sempat berkata bahwa dirinya tidak tahu apa-apa. Tetapi tetap saja dirinya menjadi bulan-bulanan agar mengaku.

"Dia tangkap saya, dia nanya anak mana kamu, saya jawab anak sumber wangi pak, dia tanya senpinya mana, barangnya mana, saya tidak tahu apa-apa tapi tetap masih dipukulin," ujar Hiras sembari menahan sakit.

Korban  Calvin bocah yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama ,sebelum diajak ke dalam mobil dirinya sempat dipukuli diluar geraja dan ia mengalami memar dibagian kepala.serta mengalami trauma 

saat Korban di tangkap ia juga sempat meminta waktu dan memberikan teleponnya kepada polisi  untuk menghubungi keluarganya. Tetapi tidak direspon oleh polisi.

"Saya sudah bilang saya orang sini, saya disini jaga gereja, saya lagi jaga bumbu karena besok ada acara di gereja tapi tetap digebuki saya takut " ucap Calvin

Saat keduanya berada di dalam mobil, pelaku begal yang sudah tertangkap, memberitahukan kepada polisi bahwa,  mereka bukan teman pelaku.

Belum diketahui pasti apakah ada petugas kepolisian yang terlibat pemukulan, tapi atas kejadian tersebut kedua korban dilarikan ke RSUD Bob Bazar Kalianda, untuk diberi perawatan dan melakukan visum.

Setelah itu korban menuju ke Mapolres Lampung Selatan, untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Unit Propam Polres Lampung Selatan.

Menurut Kasi Propam Polres Lampung Selatan, Iptu Dahlan Zainal, pihaknya akan memproses jika ada anggota polisi yang terlibat dalam pemukulan tersebut.

"Akan dilakukan tindakan sesuai dengan kode etik yang berlaku di kepolisian jika nanti kita temukan ada atau tidaknya nanti setelah kita periksa dulu." kata Dahlan.

Sementara itu Kapolsek Penengahan, Lampung Selatan, AKP Mulyadi Yakub yang saat itu bertemu lansung dengan kedua korban saat melaporkan kejadian tersebut mengatakan bahwa mungkin anggotanya sedang lelah 

"Namanya anggota saya melakukan pengejaran di lapangan mungkin lagi lelah capek." Singkatnya. (ade).

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga