Sial, Gantikan Plat Mobil Dituduh Penadah, Divonis 6 Bulan Penjara

Kamis, Maret 23, 2017
Lampung Tengah (SNC) Nasib Sial menimpa Edi Yulianto (38) warga Desa Merbau Mataram, Lampung Selatan. Kenapa tidak, berawal menggantikan Pelat Mobil diberi upah Rp 500 ribu justru berujung jeruji besi selama enam bulan. 

Hukuman penjara enam bulan itu ditetapkan oleh Hakim Ketua Riyati Desiwati SH dan disepakati oleh anggota majelis sidang Pengadilan Negeri (PN) Gunungsugih dalam agenda pembacaan putusan. 

Edi divonis enam bulan penjara karena dianggap terbukti secara sah melakukan penadahan barang curian sebagai mana dijelaskan pasal 363 ayat 1 ke-3, 4, 5 jo 56 KUHP atau 480 ayat 1 KUHP atau 480 ayat 2 jo 53 KUHP.

Menanggapi hasil putusannya, menurut Kuasa Hukum terdakwa yakni Wahyu Wijatmiko, Hakim ketua dan anggotanya dalam menetapkan putusan tidak mempertimbangkan saksi-saksi maupun fakta didalam persidangan. 

Oleh karena itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya akan menempuh ketingkat Banding. Karena putusan hakim tidak mempertimbangkan keadilan kepada klienya. 

“Majelis hakim tidak mempertimbangkan saksi-saksi yang telah dihadirkan di Persidangan, sehingga putusan dianggap belum memenuhi unsur keadilan, karena kami meminta klaien (Edi) untuk membebaskan dari segala tuduhan, sebab berdasarkan fakta di persidangan tidak ada satupun kesaksian yang menyatakan bahwa klaien kami melakukan tindak pidana tersebut. Oleh karena itu kami akan mengambil langkah banding terkait keputusan dari majelis hakim," kata Wahyu usai sidang di PN Gunungsugih, Rabu (22/3/2017).

Sementara kuasa Hukum Terdakwa lainya, Fathul kepada wartawan menjelaskan, pristiwa yang dialami klienya ini merupakan korban salah tangkap yang dilakukan oleh seorang polisi yang mengaku bertugas di Polda Lampung. 

Klienya ditangkap polisi berpakain lengkap dan bersenjata api laras panjang ketika hendak menggantikan nomor polosi (Nopol) kendaraan jenis Truk cold diesel yang diperintahkan oleh Agus (DPO) dan dijanjikan upah Rp 500 ribu. 

Polisi tersebut menuduh klienya telah telah mencuri kendaraan truk milik PT Prima Perkasa Sukses makmur. Dengan kondisi panik klienya langsung ditodong dan diborgol oleh anggota tersebut. 

"bermula kejadian hilangnya truk PT PPSM yang dikemudikan Ikhsan pada 24 Oktober 2016 lalu di Bumiratu Nuban Lamteng. Nah rupanya dihari yang sama mobil itu dibawa Agus (DPO) kerumah Edi. Karen Edi tidak tahu itu mobil curian ia mau disuruh menghantikan plat mobil itu. Ditengah jalan eh klien saya udah ditodong suruh ngaku dan dibawa kepolsek Tanjung Bintang dan Langsung dikirim ke polres Lamteng," kata dia. 

Selain itu pada sidang tersebut Edi mengaku didepan majelis hakim bahwa ia dipaksa dengan cara dianiaya untuk mengakui keterlibatan aksi pencurian.

"Saya ditampar, dipukul, dan ditendang. 
Disuruh mengakui ikut mencuri. Ketika ditangkap pun tak ada surat penangkapan," katanya. (Ktr-SNC)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga