Terduga Teroris Asal Sidomulyo Ditangkap Densus 88 di Sulteng

Senin, Maret 13, 2017


Lampung Selatan - Seorang warga Desa Siringjaha Dusun IV Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan berinisial JF (19) ditangkap Densus 88 Anti teror karena diduga terlibat dengan anggota jaringan teroris.

Penangkapan JF sendiri berlangsung di kota Tolitoli, Sulawesi Tengah, Jum,at (10/3/2017) pukul 08.30 waktu setempat oleh Densus 88. Setelah di identifikasi (JF) merupakan warga Dusun IV Desa Siringjaha Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Selain JF, ada 5 orong terduga teroris lainnya yang ditangkap yakni SM, KF, SF, DR, dan IR.

Adapun barang bukti yang berhasil disita yaitu, bahan untuk membuat bom berupa pupuk KNO32, Belerang, arang, paku dan spirtus. Mereka diduga akan merencanakan penyerangan ke markas Polisi di wilayah Sulawesi Tengah.

Berdasarkan informasi dari sekertaris desa siring jaha Asep, JF diketahui sudah sejak dua tahun terakhir  merantau ke Jakarta. Di Jakarta JF dengan bermodal lulusan MTS bekerja sebagai pelayan disalah satu toko bangunan di daerah Palmerah.

"Ya memang benar, JF merupakan warga sini, tapi ia bekerjanya di Jakarta sudah sekitar dua tahunan " kata Asep, Seketaris Desa Siringjaha, Sabtu (11/3/2017).

Menurut orang tua  (JF)  merupakan anak ke tiga dari enam bersaudara, terakhir kali kontak dengan pihak keluarga, Sabtu 4/3/17 malam  (JF) menanyakan keluarga dan sodara sodaranya.

"Terakhir telepon malam minggu, menanyakan kabar keluarga disini," kata Jami'an (50) ayah JF.

Namun keesokan harinya, Minggu 5/3/17 malam, majikan JF menelepon orang tuanya,untuk memberitahukan bahwa JF sekitar pukul 13.00 WIB, pamitan mengunjungi kediaman pamannya. Menurut keterangan majikannya, JF berangkat ke rumah pamanya membawa tas berisikan satu kain sarung, satu baju dan Al Quran.

"Kata majikannya, pamitan kerumah pamanya tapi setelah saya telepon pamanya dan paman serta keluarga yang lain tidak tahu keberadaannya,” beber jami,an.

Dari dalam lemari (JF) yang berada di tempat kerjanya  didalam lemari tersebut, ditemukan satu surat wasiat yang ditujukan kepada majikan dan kedua orang tuannya.
Dalam isi surat tersebut tertulis minta maaf kepada keluarga termasuk kepada majikannya, jika JF ingin hijrah dan berjihad.


Dalam salah satu dari sepuluh lembar catatan dengan ditulisan tangan JF bertuliskan kata kata "aku bukannya ingin mendurhakan kalian semua, aku memenuhi panggilan Rab ku, seruan jihad, yang kucita-citakan sahid dan surga yang telah rabku".

Sepuluh lembar surat wasiat  (JF), diantar langsung oleh majikannya  Minggu 12/3/17 sekitar pukul 12.00 WIB. Kebetulan istri majikan (JF) masih satu desa dengan (JF).
Jamian ayah (JF) mengaku hingga kini tidak tahu menahu mengenai keberadaan JF. Karena mereka belum mendapatkan kabar sama sekali. Prihal  adanya penangkapan JF yang diduga teroris di sulawesi.

" untuk mengetahui keberadaannya kami sekeluarga belum tau seperti apa yang terjadi sebenarnya kami sekeluarga masih nunggu kabar." ujarnya ayah (JF)
 

Pihak keluarga. Saat ini masih bingung harus bagaimana menyikapi kabar tertangkapnya (JF) Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui sejauh mana keterlibatan JF dalam jaringan terduga teroris yang tertangkap Densus 88 tersebut di sulawesi.(ade)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga