Dipungut SPP, Ibu Pembuat Kue Ini Ingin Pendidikan Lebih Diperhatikan

Sabtu, Agustus 12, 2017
Lampung Utara (SNC) : Peralihan pengelolaan sekolah menengah atas (SMA) dari kabupaten/kota d Indonesia termasuk di Provinsi Lampung kini menjadi kewenangan pemerintah provinsi. 

Setelah sekian lama tidak dikenakan biaya, belum lama ini diduga sejumlah siswa SMA di Lampung Utara dipungut biaya untuk pembayaran Sumbangan Pembangunan Pendidikan (SPP).
Penarikan SPP ini diberlakukan sejak kewenangan pengelolaan SMA berada di pemerintah provinsi.

Sri Murtasih (59) Warga Kelurahan Tanjung Aman, Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara mengungkapkan, selama berada dalam pengelolaan oleh pemerintah kabupaten, biaya SPP tidak dipungut sedikitpun.

Namun sejak diambil alih pemerintah provinsi, ada kebijakan lain dimana para siswa yang akan kelulusan dimintai pembayaran SPP.
" Anak saya dimintai pembayaran SPP selama enam bulan," ungkap Sri, Sabtu (12/8/ 2017).

Sri mempertanyakan apakah pembayaran SPP itu sifatnya resmi atau memang ada kebijakan pemerintah pusat. Terus terang kata Sri, saat itu dirinya dibuat kalang kabut karena harus mencari uang sekian ratus ribu untuk membayarkan SPP anaknya.

" Untung ada saudara yang mau meminjamkan uang, kalau tidak ada saat itu saya tidak tahu mesti bagaimana," tuturnya.

Jika hal itu dialami keluarga yang berada, maka kata Sri hal itu tidak menjadi persoalan serius.Wanita yang berprofesi sebagai pembuat kue ini berharap ke depannya tidak ada kebijakan yang memberatkan rakyat kecil. " Pemesan kue tidak setiap hari datang, jadi ini sangat memberatkan saya sebagai warga kecil yang hidup pas-pas san," imbuhnya.

Sri berharap agar sosok Arinal Djunaidi jika terpilih menjadi Gubernur Lampung bisa mendengarkan persoalan pendidikan. Menurutnya, itikad baik pemerintah sangat diperlukan jika ingin generasi masa depan Indonesia terbebas dari persoalan biaya pendidikan.

" Ada negara luar sampai menggratiskan semua biaya sekolah. Ini yang perlu dilakukan pemerintah kita. Saya berharap pak Arinal juga lebih memperhatikan keluhan warga seperti saya," tuntasnya. (Red/rl)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga