Legislator Yogyakarta Pelajari Sejarah Transmigrasi di Lampung

Rabu, Januari 10, 2018
Provinsi Lampung (SNC) : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Yogyakarta, Rabu (10/1/2018) mengunjungi Provinsi Lampung, guna mengetahui  keberadaan masyarakat transmigran asal Yogyakarta di Lampung dan memelajari sejarah transmigrasinya

Para legislator tersebut mengatakan,  bahwa di Lampung, banyak transmigrasi asal Yogyakarta,  dan sejarah transmigrasi ini, juga diawali dari Lampung, dari Desa Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran

"Kami ingin mengakrabkan, mendekatkan dan tentu kita juga ingin tahu kabar dari warga kami disini sehingga kita bisa saling mengisi kekurangan dan saling bisa melipat gandakan potensi, baik dari Jogya maupun Lampung. Semoga orang jawa maupun Jogja bisa membaur, dan tetap rendah hati," Ujar Ketua Rombongan Kunjungan Kerja Komisi D DPRD D.I Yogyakarta, Nur Sasmito di Ruang Sungkai Balai Keratun Komplek Kantor Gubernur Lampung

Nur juga megatakan Komisi D DPRD D.I Yogyakarta ingin tahu seberapa efek ekonomi yang dihasilkan masyarakat transmigran dan kontribusinya terhadap sektor pertanian, perkebunan, di Provinsi Lampung.
"Kami inginkan transmigran yang berasal dari Jogja dan Jawa benar-benar tidak membebani tetapi bisa mendinamisir. Sehingga kemajuan bisa dinikmati antara warga asli dan warga transmigrasi," kata Nur.

Dia juga menyebutkan rombongannya tersebut ingin pula mengetahui bagaimana dinamika perkembangan kebudayaan Jawa di Provinsi Lampung Lampung.

"Apakah seni dan budaya dari daerah Jawa masih sering digunakan, karena pada dasarnya pada bagian komisi kami, selain urusan ketenagakerjaan juga menyangkut kebudayaan," ujar Nur.

Seperti diketahui, terkait dengan efek ekonomi transmigran tersebut, ketika menghadiri acara pelantikan Perhimpunan Anak Transmigran Indonesia (PATRI) akhir Desember 2017 lalu, Gubernur Ridho menjelaskan peranan anak-anak transmigran terutama di bidang pertanian di Lampung cukup besar.

 Peranan tersebut bahkan membuat Lampung mampu menjadi lumbung pangan dan berhasil menjadi Provinsi ke empat yang berhasil meningkatkan produksi padi. 

Sementara itu, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Lampung, Lukman mengatakan rombongan Komisi D DPRD D.I Yogyakarta seusai kunjungannya ke Balai Keratun tersebut, akan langsung menuju Museum Nasional Ketransmigrasian yang berada di Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran.
Dalam sejarah, transmigrasi di Indonesia pertama kali dimulai pada Tahun 1905, yang dikenal dengan program kolonisasi, dengan penempatan pertama sejumlah 155 KK transmigran yang berasal dari daerah Kedu Jawa Tengah ke Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan. 

"Museum itu merupakan lambang bahwa Lampung merupakan transmigrasi pertama di Indonesia dan meseum itu juga menjadikan Lampung menjadi salah satu daerah sebagai cikal bakal ketransmigrasian di Indonesia," kata Lukman.

Lukman menyebutkan Provinsi Lampung sendiri, tidak lagi menerima transmigrasi. Bahkan, sejak tahun 2007 Provinsi Lampung sudah melaksanakan program pengiriman transmigran ke Pulau Kalimantan dan Sulawesi.
"Lahan kita sudah habis untuk menerima transmigrasi, sehingga kita sudah programkan dan sudah pula menerima pendaftaran dari berbagai Kabupaten untuk masuk ke program tersebut. Sekarang sudah lebih kurang 50 Kepala Keluarga (KK) yang telah dikirimkan," ujar Lukman.

Di tempat yang sama Wakil Ketua Komisi V DPRD Lampung Khaidir Bujung mengatakan pengembangan kawasan transmigrasi di Lampung dirancang menjadi pusat pertumbuhan seperti Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Mesuji dan Tulang Bawang yang dibiayai Pemerintah Pusat. (rl)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga