Pengadilan Negeri Tanjung Karang Sebut, Sidang Tuntutan Perkara Ijazah Rolyansyah Digelar Rabu

Senin, Januari 08, 2018
Bandarlampung, (SNC) : Setelah sembilan kali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tanjung Karang kelas IA Bandarlampung ,  terdakwa pengguna ijazah palsu oknum anggota DPRD Kabupaten Pesawaran Roliyansyah, Rabu (10/01/2018) akan menjalani sidang terakhir dengan pembacaan tuntutan

Hal itu dikatakan jaksa penuntut umum, Lilik Septriyana, Senin (8/1/2018),
" Hari rabu pagi (Sidang terkahir red) , masalah lain saya belum bisa jelaskan lewat telepon datang aja, " ungkapnya 

Ia juga belum bisa memberikan keterangan apakah yang bersangkutan ditahan atau tidak, " Saya belum bisa memberi penjelasan sekarang datang aja kepersidangan nanti " tandasnya lagi 

Sebelumnya dalam sidang yang digelar,  Rabu 3/1 lalu,  kuasa hukum Roliyansyah, Wahrul Fauzi Silalahi, SH membacakan pledoi pembelaan terhadap Rolyansyah

Wahrul, meyakinkan ijazah S2 pasca saja gelar, Msi  yang dimiliki Roliyansyah yang di keluarkan oleh kampus Darul Ulum Jombang Jawa Timur adalah asli

Dihadapan majelis hakim,  Wahrul bersama Tim Tomi Samanta,  Juendi Leksa Utama,  menegaskan bahwa konflik internal yayasan dengan kampus Darul Jombang bukanlah urusan dari mahasiswa, karena kewenangan pengawasan ada ditangan Negara melalui kementerian perguruan tinggi Kopertis

 "Ijazah pascasarjana s2 itu asli," kata Wahrul

Dalam persidangan itu juga terdakwa juga melampirkan alat bukti berupa surat Keterangan dari Universitas Darul Ulum yang menyatakan bahwa ijazah yang ditandatangani, Lukman Hakim Mustain sah secara hukum dan juga terdapat kesepakatan damai antara kedua kubu yang berkonflik.

Perkara dugaan penggunaan ijasah ini berawal dari laporan Ketua Garda Partai NasDem Pesawaran melalui surat kaleng ke ke Polda Lampung. Dan hingga kini kasus tersebut terus bergulir dipersidangan

Sebelumnya Polda Lampung melalui penyidik Direktorat Reserse kriminal umum telah menetapkan tersangka  Roliyansyah atas kemilikan ijasah S2 diduga Palsu.  Setelah dinyatakan P21 oleh Polda Lampung, kasus dilimpahkan ke Kejati

Sayangnya, hal ini sedikit alot untuk ditindak lanjuti. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Irfan Natakusuma justru mengatakan, bahwa pihaknya belum terima penyidik Polda Lampung maupun tersangka yang dilimpahkan ke Kejati.

Berkas perkara Roliansyah terjadi pada tanggal 5 April 2017. Atas perbuatannya tersebut dikenakan Pasal 68 ayat (2) junto Pasal 69 ayat (1) dan ayat (2) UUD No.20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional dan Pasal 263 ayat 2 KUHP tentang pemalsuan. Dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. 

"Untuk kerugian imateril ini, kalau 263 KUHP pemalsuan surat kemungkinan pemalsuan ijazah. Jadi kerugiannya bisa saja terhadap orang yang seharusnya dipilih. Yang pasti kalau dia memang sudah menggunakan pemalsuan ijazah yang pasti negara sudah membayar orang yang tidak sah dan kewajibannya nanti dalam putusan harus mengembalikan berapa tahun ia menjabat dan berapa yang ia terima harus dikembalikan," jelasnya.

Roliansyah, menggunakan Ijazah Pasca Sarjana Program Studi Ilmu Ekonomi (S2) Universitas Darul Ulum Jombang, Jawa Timur untuk pencalonan di Pemilu Legislatif hingga terpilih menjadi anggota DPRD.  (nurul) 

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga