Aksi Waria di Hotel Horison Lampung, dapat Pembelaan Ormas Ori

Rabu, Maret 21, 2018
Bandarlampung (SNC) : Kritikan dan peringatan Ketua Umum Berantas Narkoba dan Maksiat (BNM RI) Fauzi Malanda, yang mengecam hotel Horison menampilkan Waria pada acara Media Gathering perayaan Anniversary ke-3 Hotel Horison Lampung, mendapat pembelaan dari ormas ORI

Menurut Ketua ORI, Rasyid, bahwa pernyataan BNM RI terhadap hotel Horison merupakan tuduhan tidak mendasar. Ia menilai jika Horison tidak mendukung LGBT 

"Para pihak jangan asbun lah dalam menyikapi suatu persoalan. Seperti tuduhan LGBT. Prihal LGBT saya pikir mayoritas bangsa ini sepakat menolak LGBT yang jelas jelas melanggar norma sosial dan  kesusilaan, " kata Rasyid, Rabu (21/3/2018)

Ia meminta pihak pihak tidak asal tuduh karena menurutnya dapat menimbulkan kerawanan bahkan perpecahan

"Pokoknya prihal LGBT agama apa pun di dunia  harga mati menolaknya, dan itu haqul yakin kita sepakat menolaknya. Tapi coba lah bijak jangan asal menuduh atau asbun. Saya peringatkan ada pepatah mengatakan jangan suka mengukur kemasakan seseorang kalau masakannya tidak mau di ukur orang lain," kata dia lagi

Sebelumnya, Ketua Umum Berantas Narkoba dan Maksiat (BNM RI) Fauzi Malanda menyayangkan aksi erotis tiga waria yang tampil di Media Gathering Aniversary ke-3 Horison Hotel Bandarlampung pada, Selasa (20/03/2018) malam.

Fauzi berujar, dengan dipertontonkan tiga waria yang menyanyi dan menari itu sama hal mendukung adanya lesbian gay byseksual dan trans gender (LGBT).

"Sama saja dengan mendukung LGBT," ucap Fauzi.

Fauzi mendesak management Horison Hotel untuk tidak mempertontonkan aksi serupa di Lampung. Lampung kata Fauzi masih kental dengan budaya Timur. Pun amat menjaga norma-norma kehidupan dan agama.

"Kalo di luar Lampung silahkan. Management Hotel Horison sama saja pelaku LGBT," kata Fauzi.

Fauzi menuturkan, jika hal ini masih terulang, pihaknya akan mensikapi masalah ini dengan serius, dengan meminta pemangku kebijakan di Bandarlampung untuk menutup Hotel Horison.

"Apalagi sejak awal keberadaan Hotel Horison bermasalah," imbuhnya.

Fauzi berujar, waria adalah laki-laki normal, namun karena perilaku yang gemah gemulai bukan karena dibuat-buat, karena bawaan dari lahir (gen). 

Ia mengatakan, waria bukan untuk dipertontonkan namun harus disadarkan. Hotel Horison diminta memberikan hiburan atau tontonan yang mendidik.

"Kan banyak penyanyi atau penari yang baik. Enggak harus waria," ujarnya. 

Diketahui,  ratusan undangan yang hadir pada acara Media Gathering perayaan Anniversary ke-3 Hotel Horison Lampung, dikejutkan dengan kemunculan tiga Waria (wanita pria) yang meliuk-meliuk mengikuti irama lagu Mahadewi “Wanita Paling Seksi”.

Setelah beberapa saat menghibur undangan dari atas panggung, ketiga Waria itupun turun menghampiri sejumlah undangan dan mengundang gelak tawa.

Sebagian undangan, juga seakan tidak ingin kehilangan momen dan mengabadikan tingkah abnormal dari ketiga Waria tersebut. 

Meskipun penampilan ketiganya telah usai, para undangan masih riuh mengulasnya sambil tertawa lepas merasa geli, sepertinya terhibur sekali. (red)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga