Soal Bantuan Guru, Dua Lembaga Ngadu ke Bupati

Selasa, Maret 20, 2018
Pesawaran (SNC) : Perbedaan pandangan soal bantuan (insentif) guru terpencil (Gurdacil) dan guru honorer di tingkat Pendidikan dan lembaga DPRD, saat ini meluas ke tingkat pimpinan daerah (bupati) 

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan, Yahtar, beberapa lembaga yang keberatan penyaluran bantuan menggunakan rekening dalam waktu dekat akan menghadap bupati. Lembaga tersebut diantaranya FTHSNI dan PGHM

"Jadi seperti FTHSNI maupun PGHM mereka mengajukan audiensi dengan bupati, nanti hasilnya seperti apa itu akan kita laksanakan, " ujar Yahtar, Selasa (20/3/2018)

Saat ini kata Yahtar Disdik belum dapat mengambil keputusan soal metode penyaluran.  Kendati disadari sebelumnya telah ada kesepakatan dengan lembaga DPRD, namun hal tersebut belum dapat dijadikan pertimbangan sepenuhnya 

Disdik dikatakan baru akan mengambil langkah, setelah hasil audiensi diketahui dan mendapat intruksi dari bupati

"Yang jelas kita belum bisa ngasih keputusan, kita ikuti perintah pimpinan,  kalau seandainya manual (tunai)  ya kita laksanakan. Tetapi kita kan belum tahu ini, nanti lah,  kita lihat apa hasil audiensinya, " katanya

Sementara itu,  kepala Dinas Pendidikan,  Fauzan, menambahkan bahwa kesulitan Disdik menggunakan sistem rekening,  sebab hingga kini masing-masing guru penerima bantuan belum sepenuhnya memiliki rekening 

" Pada dasarnya saya setuju pakai rekening, tetapi sampai sekarang guru-guru itu masih sedikit sekali yang punya rekening, dengan alasan mereka akan jauh ambil ke Hanura,  apalagi yang di pulau pulau," ujar Fauzan melalui pesan singkatnya.  (aji) 

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga