Loekman Djoyosoemarto Usulkan Kelurahan dapat Dana Seperti DD

Kamis, Maret 22, 2018

Lampungtengah (SNC) : Menyikapi alokasi Dana Desa (DD) yang dikucurkan pemerintah pusat dinilai bermanfaat bagi kemajuan kampung, pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Loekman Djoyosoemarto mengusulkan agar kelurahan juga mendapat kuncuran dana APBN

Ini disampaikan Loekman pasca menerima kunjungan kerja Komisi XI DPR RI di Kampung Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampungtengah, Kamis (22/3/2018).

Loekman Djoyosoemarto berpendapat bahwa jika kuncuran seperti Dana Desa juga diterapkan bagi kelurahan, ini akan berdampak seamakin cepatnga keluraha  melakukan pembangunan 

“Seperti pembangunan melalui dana desa. Ini sangat efektif sekali. Bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Loekman.

Dia menambahkan, di Lamteng sendiri, terdapat 10 kelurahan, diantaranya, Yukumjaya, Bandarjaya Barat dan Bandarjaya Timur (Kecamatan Terbanggibesar). Lalu, Kelurahan Simbarwaringin dan Adipuro (Kecamatan Trimurjo) serta lima kelurahan lagi berada di Kecamatan Gunungsugih.

Menurut Loekman, pembangunan infrastruktur melalui dana desa di sejumlah kampung di Lamteng, hasilnya cukup maksimal. 

“Di Lampung Tengah sudah menyelesaikan pembangunan jalan hingga ratusan kilo meter melalui dana ADD. Baik jalan onderlagh, lapen ataupun hotmix,” papar Loekman.

Di sisi lain, Loekman juga mengharapkan adanya kunjungan rombongan Anggota DPR Komisi XI bisa membawa solusi untuk Pemkab Lamteng. Misalnya, masalah guru PNS di Lamteng yang banyak memasuki masa pensiun. Sedangkan, moratorium rekrutmen CPNS belum dicabut oleh pemerintah pusat.

“Di Lampung Tengah sudah banyak guru PNS yang pensiun. Sehingga dampaknya akan sangat terasa sekali. Saya berharap pemerintah agar menycabut moratorium agar kekosongan guru PNS yang pensiun bisa terisi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Rombongan Komisi XI DPR RI, Marwan Cik Asan menjelaskan bahwa masukan dari Pemkab Lamteng akan disampaikan pada badan DPR yang membidanginya.

Dia mengaku kunjungan ke Lamteng baru pertama kali dilakukan oleh jajaran wakil rakyat di Komisi XI. Melihat langsung pembangunan di kampung menggunakan ADD, pihaknya mengatakan puas.

“Kita merasa puas saat ditunjukkan pembangunan lapen pembangunan tahun 2016. Kondisinya masih sangat bagus, ini bisa menjadi acuan kita bahwa pembangunan dana desa sangat efektif sekali,” ujar dia.

Sementara, perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rukijo yang ikut dalam kunjungan kerja tersebut menambahkan, terkait usulan ADD masuk ke kelurahan, sudah dibahas dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

 “Ada rencana akan diberikan juga. Tapi masih mencari aturan dan mekanismenya,” ucapnya.

Dia menambahkan, sistem pengelolaan ADD suatu saat akan berubah jika fokus pembangunan infrastruktur sudah selesai. “Jika soal infrastruktur selesai, maka akan berubah pengelolanya dengan program padat karya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Komisi XI berjumlah 11 orang. Diantaranya, Marwan Cik Asan, Rai Wirajaya, Marsiaman Saragih, Ahmadi Noor Supit, Edison Betaubun, M. Sarmuji, Haerul Saleh, Sumail Abdullah, Syaiful Rasyid, Amin Santoso dan Nur Chayati. Ada pula pendamping dari Kemenkeu dan jajaran pejabat eselon II Pemkab Lamteng. (adv) 

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga