Ratusan Tenaga Honor Pringsewu Ikut May Day

Selasa, Mei 01, 2018
Pringsewu (SNC): Ratusan tenaga honorer dari unsur Polpp, Bidan, Perawat dan guru Kabupaten Pringsewu ikut AKSI May Day di Jakarta, Selasa (01/05/2018) diprediksi diikuti 1 juta orang yang datang dari berbagai daerah. 

Mereka yang datang memiliki profesi yang berbeda. Mayoritas dari mereka merupakan pekerja kontrak atau bahkan pegawai harian lepas (PHL) dari pemda-pemda yang ada di Indonesia.

Mulyansyah  (29) misalnya, Tenaga honorer Satpol PP dari Kabupaten Pringsewu, berangkat bersama ratusan petugas Satpol PP dan tenaga honorer lainnya pada pukul pada hari senin 17.00 . Mereka tiba di Jakarta pada pukul 03.00 WIB dini hari 

Ratusan tenaga honorer,  Satpol PP, bidan, perawat dan guru yang ada di  Pringsewu datang membawa harapan agar pemerintah bisa segera mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Aparatur Sipil Negara (ASN) Nomor 5 Tahun 2014.

"Saya sudah  9 tahun jadi petugas Satpol PP. Teman saya ada yang sudah 15 tahun, tapi sampai sekarang enggak diangkat-angkat jadi PNS," ungkap Mulyansyah setelah mengikut aksi may day di Jalan Medan Merdeka Barat, saat di hubungi SakaNews. com Selasa (1/5/2018).

Bahkan, Mulyansyah mengaku digaji di bawah standar UMP daerah Lampung sebesar Rp 1,2 juta. Hal itu juga dialami oleh teman-temannya.

"Gajinya di bawah UMP, Rp 1,2 - Rp 1,9 berikut tunjangan " katanya.

Senada di katakan kawan satu profesi mulyansyah di satuan polisi pamong praja Febri gani sembiko mengaku bekerja sebagai tenaga honorer ( THLS) di satuan POLPP selama 8 tahun namun tak kunjung di angkat menjadi Pegawai negeri sipil 

" Saya bekerja di polpp kira-kira sudah 8 tahun dengan gaji pokok dan tunjangan rp 1.9 juta" ungkapnya 

Tak hanya mulyan, Sembiko , Ika sebagai tenaga medis RSUD Pringsewu juga berharap Pemerintah Indonesia bisa segera mengesahkan RUU ASN agar petugas honorer yang telah berbakti selama lebih dari 15 tahun bisa segera diangkat menjadi pegawai negeri.  (Nurul) 

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga