Setahun di Kejagung, Kasus Gratifikasi DPU Pringsewu Tiba-tiba "Lenyap"

Minggu, September 30, 2018
Pringsewu (SNC):   Kasus dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji (Gratifikasi) pejabat Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten  Pringsewu, yang sebelumnya masuk diranah kejaksaan Agung Republik Indonesia di Jakarta 2017 silam,  saat ini hilang tanpa kabar,

Setelah setahun lamanya diproses belum satupun ada tanda pihak- pihak terkait mendapat kepastian hukum.

Dewan Pimpinan Nasional Jaringan Pemberantasan Korupsi ( DPN-JPK) Provinsi Lampung pun ikut menyoroti kasus lama ini . Kasus ini melibatkan Direktur CV Garaya Trust, Zulfan Cahyadi, ST perumahan Nunyai Gang Durian X Raja Basa Bandar Lampung

"Kalau cukup dipandang penyidik alat bukti memenuhi syarat kasus itu seharusnya diteruskan, karena sekarang targetnya harus cepet kasus-kasus ini dan supaya masyarakat tahu tidak lama menunggu karena pemberantasan korupsi adalah bagian dari nawacita Presiden Jokowi," kata Destrijaya, Sekretaris DPN-JPK, Jumat 28/09/2018

Iapun meminta Kejaksaan Agung tidak main-main dalam menangani kasus dugaan korupsi di Dinas Pekerjaan Umum Pringsewu tersebut

" Kalau kasusnya sudah masuk di kejagung berarti bukan main -main jangan sekali kasus ini dipandang masyarat sebagai bahan alat  permain politik dan ajang bisnis, " jelasnya

Destri Jaya juga mengatakan, DPN-JPK Provinsi Lampung akan turun dan terus memantau kasus dugaan gratifikasi didinas pekerjaan umum kabupaten Pringsewu, dan menghimbau kepada masyarakat serta media dapat bersama memantau hingga tuntas,  agar kasus tersebut tidak benuasa mainan

" Perlu digaris bawahi Andi Purwanto (Kepala Dinas PUPR red) itu pemain lama kalau bahasa residivisnya dia adalah b*ndit," Terang Destri

Sebelumnya 24 Oktober 2017 Kejaksaan Agung Republik Indonesia Jakarta menyurati Direktur Cv Garaya Trust perumahan nunyai gang durian X Raja Basa Bandar Lampung, Zulfan Cahyadi, prihal permintaan keterangan Gratifikasi penerimaan hadiah atau janji bersama pejabat dinas pekerjaan umum Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung,

Surat bernomor  : B/765/F.2/Fd.1/10/2017, meminta Zulfan Cahyadi, ST, menghadap  Kasubdit tindak pidana korupsi pada direktur penyidikan, sesuai surat perintah penyelidikan direktur penyelidikan tindak pidana khusus kejaksaan agung RI nomor: 68/f.2/fd.1/09/2017 tanggal 27 September 2017

Surat tersebut ditandatangani Warih Sudomo A/N Jaksa Agung Muda tindak pidana khusus direktur penyidikan.

Informasi beredar Kejaksaan Agung Republik Indonesia juga sebenarnya telah melakukan dua kali pemanggilan kepada Kadis PUPR Pringsewu dan Direktur CV Garaya Trust, namun hingga saat ini belum terdengar kabar langkah selanjutnya .

Sementara menanggapi persoalan yang juga membelit Dinas PU,  Kadis PUPR Kabupaten Pringsewu, Andi Purwanto sementara waktu belum dapat memberikan keterangan 

"Bapak jarang ngator mas, kalau ngantor juga gak tentu jam nya, kadang pagi kadang juga sore " kata seorang staf di PU . (/nurul)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga