Dibangun Rusak, Diperbaiki Rusak Lagi ?, Dinas Diminta Layangkan Protes ke Provinsi

Kamis, Oktober 04, 2018
Pesawaran (SNC) : Kembali rusaknya Proyek jalan Hotmix Milik Dinas Bina Marga Provinsi Lampung depan komplek Pemkab Pesawaran Dusun Binong Desa Way Layap Kecamatan Gedongtataaan, akhirnya mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) 

DPRD menyoroti ini sebab baru saja diperbaiki jalan ini rusak lagi. Dewan menyarankan PUPR Pesawaran segera melayangkan protes ke Dinas Bina Marga Provinsi Lampung, sehingga perbaikan jalan tepat di wajah pemkab itu dilakukan dengan benar

"Harus nya dari awal pihak rekanan tahu bawa itu rentan amblas. Jadi pihak rekanan bisa mempriotitaskan beberapa titik jalan yang dirasa rentan ambalas. Kami juga belum komfirmasi dengan pihak terkait soal rekanan mana yang mengerjakan nama perusahaannya serta berapa anggarannya, "Kata Ketua Komisi III DPRD, Paisaludin, (2/10/18).

 Paisal menuturkan dalam waktu dekat pihaknya (komisi III) pun akan menegur pihak dinas PUPR untuk dapat menidaklanjuti permasalahan tersebut

  "Warga ini kan jengkel sampai-sampai mereka menanami pisang, karena ini jalan milik provinsi jadi warga ini bingung akan mengadu kesiapa. Kami akan menegur pihak dinas agar mendapat solusi dari permasalahan ini. Ini jelas didepan mata kita ada pekerjaan yang amburadul, dan  setiap hari kita melewatinya, bohong kalo kita tidak lihat ," ujarnya

Sebelumnya, kesal akan kondisi jalan yang di kerjakan oleh pihak rekanan, warga Kabupaten Pesawaran akhirnya tanam pohon Pisang di jalan Provinsi depan komplek Pemkab Pesawaran tersebut



 Pembangunan Proyek jalan hotmix ini dinilai asal jadi.  Baru saja selesai dibangun namun kondisinya rusak lagi

" Dari awal pengerjaan pihak rekanan ini sudah salah. Tidak adanya papan nama perusahaan ini kan jelas pihak rekanan sudah melakukan kecurangan,"kata Ahmad Yani warga setempat

"Setahu saya anggaran proyek ini kurang lebih 2 milyar. Bentar bentar udah rusak, dibenerin malah tambah rusak,  padahal belum ada 6 bulan jalan ini selesai dikerjakan," ketus dia

Dengan anggaran sebesar itu menurutnya pihak rekanan dikatakan tidak profesional dalam bekerja

 "Kalau seperti ini ya kami sebagai masyarakat akhirnya yang dirugikan juga, "ujar Yani.  (Kie) 

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga