Pansus DPRD Temukan Kebocoran PAD di Disperindag Pesawaran

Selasa, Oktober 09, 2018
Pesawaran (SNC) :  Panitia Khusus (Pansus) peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DPRD Pesawaran menemukan kebocoran PAD pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). 

 Ketua Pansus peningkatan PAD Kabupaten Pesawaran DPRD Pesawaran Hipni Idris, mengatakan pihaknya menemukan bukti yang kuat penyebab kebocoran tersebut terjadi 

"Ya sebenarnya ini bukan indikasi lagi tapi sudah termasuk temuan karena kita ada bukti setoran dari pihak swasta ke UPT Pasar Kedondong terkait dengan setoran PAD pada Pasar Kedondong," ungkap Hipni,   Selasa (9/10/2018).

Kuatnya dugaan adanya kebocoran PAD pada UPT Pasar Kedondong, lantaran tidak pernah tercapai PAD pada UPT Pasar Kedondong. 

"PAD dari UPT Pasar Kedondong yang tercatat ini Rp.35 juta per bulan, tapi kenyataannya tiap bulan yang disetor selalu kurang misalnya hanya Rp30 juta, nah kurangnya ini kenapa," ujarnya. 

Ia pun mengaku akan merekomendasikan temuan ini kepada stake holder terkait. "Adanya temuan ini kita akan rekomendasikan kepada stake holder terkait, bahkan jika perlu akan kita serahkan kepada ranah hukum," akunya. 

Ia pun menerangkan bahwa, akan mengevaluasi terhadap seluruh jajaran Disperindag Kabupaten Pesawaran. "Pansus peningkatan PAD ini akan kita bagi kedalam tiga tim, untuk melihat seperti apa pengelolaan PAD kita, dan untuk Disperindag kita akan evaluasi semua capaian PAD pada masing-masing UPT pasarnya," terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Prindag Kabupaten Pesawaran Sam Herman mengklaim untuk menghindari terjadinya kebocoran anggaran kedepannya, Dinas Prindag menggunakan pihak ketiga dengan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

"Dari Bulan Februari saya sudah menggunakan pihak ketiga untuk menghindari kebocoran dan saya berusaha bagaimana caranya kesepakatan ini dapat terpenuhi oleh pihak ketiga," katanya.

Dia mengungkapkan pihak nya di patok oleh pemerintah daerah dengan target yang tinggi Rp 43 juta, sedangkan kondisi dilapangan banyak kendala.

"Masa iya kita mau berlaku kasar dengan pedagang, jadi kita berharap mereka dapat memenuhi kewajiban," keluhnya. (red)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga