Disdik Pesawaran Panggil Guru Pencela Murid SD Dengan sebutan TO*L*L

Rabu, November 28, 2018
Pesawaran (SNC): Kejadian yang dialami Siswa SDN 29 Gedongtataan Kabupaten Pesawaran, yang belakangan sudah dua bulan enggan bersekolah akibat kerap dicela oleh gurunya, mengundang perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Didikbud) Pesawaran 

Menurut Kepala Dinas Pendidikan,  Fauzan Suadi pihaknya telah memanggil tenaga pendidik tersebut. Guru tersebut telah dimintai keterangan oleh pihak Disdik, dan mengakui perbuatannya

"Sudah kita panggil, dan yang bersangkutan (oknum guru) telah mengakui perbuatannya, dan telah membuat surat pernyataan kepada kita untuk tidak mengulangi perbuatannya, dan meminta maaf kepada wali murid," kata Kadis Pendidikan Fauzan Saudi (27/10/2018).

Meski demikian Fauzan turut menyayangkan apa yang telah terjadi sebelumnya. Sebagai tenaga pendidik ia menilai bahwa tak seharunya mengeluarkan kata-kata yang dapat menjatuhkan mental siswa.

Seorang guru seyogyanya dapat mencontohkan sikap yang baik, mengingat guru adalah tauladan bagi siswa

"Semestinya seorang guru tidak berkata demikian . Sebab anak ini tidak ada yang namannya bod*h, tidak ada yang namanya tol*l, Tapi bagaimana kita memberikan bimbingan dan pengajaran baik di sekolah maupun di lingkungan sekolah,"ujarnya

Ia melanjutkan untuk memulihkan mental siswa yang saat ini terganggu lantaran malu dan takut akibat celaan sang guru, Fauzan mengaku dalam waktu dekat pihak dinas akan mempertemukan kedua belah pihak.

  "Apakah anak itu yang kita panggil dengan orang tuanya apakah nanti akan kita kirim staf kita ke rumah orang tuanya," terang Fauzan. 

Sebelumnya diketahui, P (12), seorang siswa SD N 29 Gedongtataan telah dua bulan tak ingin sekolah akibat malu dengan teman-temannya

Mental bocah yang duduk di bangku kelas 6 ini terganggu akibat ulah oknum guru yang mengajarnya. Guru tersebut  kerap menghinanya dengan sebutan To*L*L

Kata -kata tak pantas ini kerap ia terima ketika sang pendidik tersebut tengah kesal dengan dirinya

"Sering dikatain Gobl*k.... Tol*l, malu sama teman-teman," ungkap P di kediamannya (22/11/2018).

Saat ini putra dari pasangan Endi dan Ibu Masitoh Warga Dusun Pasar Minggu Desa Gedong Tataan Pesawaran ini hanya berdiam diri dirumah.

Ia masih enggan bersekolah sebab takut dengan gurunya, dan malu dengan teman-temannya.  Ia takut sebebab sebelum nya oknum guru tersebut pernah pula mengancam keluarganya

 Marsitoh ibu P menceritakan, ketika itu pihak sekolah sengaja berkunjung ke kediamannya. Namun sayangnya kunjungan tersebut bukan berbuah solusi. 

Alih-alih meminta maaf,  sebaliknya oknum guru yang didampingi oleh dewan guru lainnya itu dikatakan balik mengancam akan menuntut keluarganya sebesar Rp.  250 juta, jika persoalan itu berlanjut

"Katanya ibu itu udah nyemarin nama baik saya,  kalau itu saya tuntut balik,  nanti rumah kamu abis katanya gitu, itu dendannya 250 juta," terang Marsitoh menceritakan ancaman oknum guru tersebut dikediamannya.  (kie)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga