Gapoktan Pesawaran Gigit Jari, Damparit Swakelola Diserahkan Dinas ke Rekanan

Rabu, November 07, 2018
Pesawaran (SNS):  Sejumlah gabungan kelompok tani (Gapoktan) Kecamatan Kedondong dan Way Lima Kabupaten Pesawaran nampkanya harus rela gigit jari, setelah Dinas Pertanian kabupaten setempat mengambil kebijakan sepihak terkait proyek Damparit tidak dilaksanakan oleh Gapoktan 

Pihak dinas mengambil sikap sendiri menunjuk pihak ke tiga.  Damparit yang diharap- harap dapat dikerjakan secara swakelola oleh para petani, harus rela diserahkan pada rekanan (pihak ketiga)

"Saya heran mas, nyata nyata pekerjaan Damparit tersebut kami poktan yang Melaksanakan nya, tetapi kenyataan nya malah para rekanan yang mengerjakan proyrek tersebut, "ujar lelaki setengah baya salah seorang Gapoktan .(8/11/18).

Mengecewakan lagi lanjut dia, bahwa hasil pekerjaan Dam Parit yang berada di Desa Suka Mandi Kecamatan Kedondong tersebut tidak sesuai harapan petani

Andai saja proyek tersebut diserahkan pada petani, menurut dia, tentu hasil tidak seburuk hasil yang dikerjaan oleh pihak rekanan

"Mending kalau pekerjaan nya Bagus mas, seperti nya dilaksanakan asal asalan, gak berkwalitas, pastinya tidak akan bertahan lama, "katanya lagi.

Ketua LSM Lipan Kabupaten setempat, Sumarah, juga menyoroti pristiwa yang dialami oleh Gapktan ini, ia mengaku akan melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwajib

"Wajar saja bagi saya kalau sejumlah poktan dan gapoktan mempertanyakan kegiatan tersebut, kerena seharusnya mereka yang melaksakan pekerjaan tersebut, tetapi Dinas malah menunjuk rekanan yang melaksanakan ini kesalahan bagi Dinas Pertanian Dan Perkebunan Pesawaran, "Kata Sumara.

Sumara juga mengancam akan unjuk rasa menyuarakan keluhan kelompok tani yang nampaknya hanya dipandang sebelah mata oleh dinas

"Dalam waktu dekat kami akan laporkan maslah ini kepada pihak pihak yang Terkait, Bila perlu kami bersama Sama Gapoktan akan melakukan aksi demo Damai agar mereka (Dinas-red)  tidak semena mena melakukan tidakan yang merugikan kelompok Tani, "tegas Sumara.

Sesuai aturan lanjut Sumara, Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran telah melangar  Peraturan Presiden Nomor 05 Tahun 2011 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik Serta Kangkangi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 45 Tahun 2017 tentang Petunjuk Operasional DAK Bidang Pertanian Tahun 2018.

"Sudah jelas Dinas Pertanian telah melangar Perpres Dan permen pertanian, Jadi kami minta pihak Terkait untuk dapat menindak tegas Kadis Dan oknum Dinas yang meyalahi Aturan,agar  Hal tersebut dapat menjadi epek jera bagi oknum Dinas lain yang akan melakukan kesalahan, "Jelasnya

Sumara juga menduga bahwa proyek Damparit yang seharus nya dilaksanakan secara swakelola tetapi oleh oknum dinas dilaksanakan oleh rekanan, ada permainan antara rekanan dan oknum dinas (fee-red)

"Jelas kami menduga adanya permainan uang atau setoran dari pihak rekanan kepada pihak oknum dinas, sehingga proyek Damparit tersebut dikerjakan oleh rekanan bukan pihak gapoktan secara Swakelola,"tutup nya

Diketahui di kecamatan Way Lima dan Kedondong terdapat beberapa titik pekerjaan Damparit yang tersebar didaerah tersebut

Seperti Desa Cimanuk, Gunungsugih, Kertasana, Padang-Cermin Way khilau serta Desa Mota Jawa proyek Jitut senilai Rp 110 juta panjang 141 meter, yang seharusnya dikerjakan Gapoktan secara Swakelola namun dikerjakan dierahkan pada pihak ke tiga.

Sementara jingga berita ini diterbitkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran, Anca belum dapat memberikan keterangan  . (kie)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga