Kecolongan, Sepuluh Kepala Desa Pesawaran Diam- diam Pelesiran ke Thailand

Kamis, November 01, 2018
Pesawaran (SNC) :  Sepuluh Kepala Desa (kades) Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran, saat ini dikabarkan tengah pergi ke negara Thailand

Tak tanggung-tanggung pemberangkatan para kades tersebut dikabarkan telah terjadi beberapa hari lalu (27/10/2018). dan malam ini, dikabarkan mulai kembali ke tanah air

 Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemda Pesawaran, Syukur pun terkejut mengetahui kabar tersebut, ia mengungkapkan, jika benar para kades dan camat pergi keluar negeri, ini tentu diluar sepengetahuan Pemda Kabupaten Pesawaran 

”Jujur saja hingga detik ini saya belum mengetahui kepergian mereka para kades ini. Saya belum ada pemberitahuan baik itu secara resmi maupun lisan," Kata Syukur, Kamis (1/11/2018)

Syukur mengungkapkan akan mencari tahu kebenaran kades yang dikabarkan pelesiran hingga keluar negeri itu.

" Apakah mereka itu berangkat secara pribadi atau bagaimana,  karena mereka ini kan ada forum,” jelasnya.

Sementara itu Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), M. Zuriadi, juga mengaku tidak mengetahui maksud kepergian para kades plus camat tersebut . 

Ia juga tak ingin menduga duga, bahwa dana yang digunakan para kades merupakan dana pribadi atau dari Dana Desa (DD) 

. “Komentar saya cuma satu gak tahu gitu saja, gak ada komentar lain. Pokoknya saya gitu, saya gak mau banyak komentar dalam rangka apa mereka kesana pakai dana dari mana. Apa benar-benar mereka kesana pokoknya saya gak tahu,” singkatnya

Seperti diketahui, adanya kabar 10 kades pelesiran ke negara Thailand ini menjadi sorotan DPD LSM Lipan Pesawaran

DPD Lipan mempertanyakan kepergian para kades yang dinilai menghamburkan dana, serta meninggalkan tanggung jawab sebagai kepala desa

“Tujuannya apa, masa bimtek saja mesti keluar negeri. kita sangat menyayangkan kepergian para kades plus camat ini. Karena disisi lain, seumpamanya mereka pergi selama beberapa hari di sana itu yang pasti otomatis untuk pelayanan publiknya terganggu. Apalagi yang berangkat 10 kades plus camat,” kata Ketua DPD Lipan, Sumarah.

Ia juga mempertanyakan soal dana yang digunakan oleh para kades, dan berjanji akan menindaklanjuti kabar tersebut  ke Inspektorat dan PMD,  

"Kalau (Bimtek) untuk pemberdayaan, pemberdayaan yang seperti apa, banyak pelatihan perlatihan apa di sana itu kan harus ada pertanggung jawabannya. Jangan mereka jalan jalan tapi dikemas dengan Bimtek apa lagi sampai menggunakan dana desa,” lanjutnya. (red) 

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga