Tanggapi 10 Kades Pesawaran ke Thailand, Dijawab Sekda Sudah Izin Bupati

Jumat, November 02, 2018
Pesawaran (SNC) : Keberangkatan 10 Kepala Desa (Kades) ke Thailand yang sebelumnya memunculkan berbagai spekulasi, dijawab oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pesawaran, Kesuma Dewangsa

Menurut Kesuma Dewangsa bahwa keberangkatan ke sepuluh Kades berikut camat itu telah diketahui bupati, Bupati dikatakan memang memberikan izin terhadap para kades tersebut, namun itu untuk melaksanakan studybanding semata

"Keberangkan mereka ke Thailand itu sudah ada izin dari bupati dan mereka juga bukan bimtek melainkan Studibanding tentang pertanian disana," kata Kesuma, Jumat (2/11/2018)

Kesuma juga menuturkan bahwa study banding yang dilaksanakan itu guna mempelajari soal pertanian di Thaniland, agar dapat diterapkan di masing masing desa

Sementara kaitan dengan operasional yang digunakan para kades,  disebutkan pula tidak ada kaitannya dengan Dana Desa (DD) sedikitpun.

 Operasional Study banding dikatakan tidak mencuil dana dari pemerintahan pusat (DD) , melainkan murni dari dana pribadi para kades

" Itu sebab kenapa mereka tidak izin ke pihak PMD maupun As 1 karena mereka ini pergi menggunakan dana pribadi jadi untuk hal ini tidak perlu lagi izin ke PMD maupun As 1."jelas Sekda.     

Seperti diketahui, adanya kabar 10 kades pelesiran ke negara Thailand ini sebelumnya sempat menjadi sorotan DPD LSM Lipan Pesawaran

DPD Lipan mempertanyakan kepergian para kades yang  meninggalkan tanggung jawabnya sebagai kepala desa

“Tujuannya apa, apa bimtek, masa bimtek saja mesti keluar negeri. kita sangat menyayangkan kepergian para kades plus camat ini. Karena disisi lain, seumpamanya mereka pergi selama beberapa hari di sana itu yang pasti otomatis untuk pelayanan publiknya terganggu. Apalagi yang berangkat 10 kades plus camat,” kata Ketua DPD Lipan, Sumarah.

Ia juga mempertanyakan soal dana yang digunakan oleh para kades. " Kalau memang mereka berangkat menggunakan dana desa masa dari pemerintahan sendiri tidak ada yang tahu .Yang kita sayangkan kenapa bimtek saja harus ke luar negeri intinya yang jelas masih banyak kegiatan kegiatan yang ada di desa itu yang lebih penting," terang Sumarah (red)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga