Terendus Pin dan Rekening Bank Penerima PKH di Pegang Kecamatan, Pendaming Mengaku

Jumat, Februari 08, 2019

Pesawaran (SNC) : Praktek pengakomodiran Rekening Bank berikut nomor PIN terhadap masyarakat (Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH)) terjadi di Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran

Komisi IV DPRD Kabupaten Pesawaran memanggil Dinas Sosial, Koordinator dan Pendamping Kecamatan untuk hearing, guna meminta penjelasakan terhadap kejadian tersebut, sebab hal ini berpotensi tejadi penyimpangan yang dapat merugikan penerima PKH

“Ya, di Desa Banding Agung Kecamatan Punduh Pidada ini merupakan salah satu contoh, jadi kita akan terjunkan tim di kecamatan lainya tentang mekanisme pencairan dana ini, supaya jangan ada kejadian seperti tahun lalu dimana ada salah satu pendamping PKH yang melarikan dana untuk KPM ,”kata Wakil ketua Komisi IV ,Roliansyah, Jumat (8/2/2019).

Anggota Komisi IV lainya Hipni Idris menjelaskan bahwa kejadian yang di lakukan oleh salah satu pendamping PKH di Desa Banding Agung ini sudah melampaui  Setandar Oprasional ( SOP) Perbankan,

Bisa begitu ? Menurutnya pendamping PKH ini mengintruksikan kepada para KPM untuk mengumpulkan rekening berikut ATM dan PIN yang ada di desa Banding Agung, untuk dicairakan olehnya dengan alasan sudah mendapat  intruksi koordinator PKH.

“Sudah jelas di mata kepala saya sendiri ada salah satu pendamping PKH ini (Pipit) mengkoordinir para KPM untuk mengumpulkan kartu ATM berikut PIN KPM, tujuanya untuk dicairkan di Bank, ini kan sudah tidak benar “jelas Hipni Idris dalam hearing tersebut.

Hipni Idris Juga berharap kepada Dinas Sosial Pesawaran agar memberikan tindakan yang tegas kepada pendamping yang melakukan kesalahan dilapangan karna di khawatirkan hal ini akan terjadi seperti kejadian yang sudah sudah terjadi.

“Kepada pihak Dinas Sosial Pesawaran harus memberikan sanksi tegas kepada para pendamping yang melakukan tugas yang tidak sesuai dengan tupoksinya ini,”tegas Hipni.

Diketahui  pendamping PKH Kecamatan Punduh Pidada Pipit dalam hering tersebut mengakui bahwa dirinya melakukan pengakomodiran PIN dan Rekening, akan tetapi menurutnya hal tersebut dilakukan untuk sekedar membantu masyarakat, ia menilai masyarakat penerima PKH mengalami kesulitan dan kurang mengerti proses pencairan dana

“Memang betul ini saya lakukan tujuanya untuk membantu masyarakat memudahkan pencairan dana ini kalau pun ini sudah menyalahi aturan, saya meminta maaf karna ketidaktauan saya karna saya baru tahun ini menjadi pendamping PKH di Kecamatan Punduh Pidada ,”akunya.(red).

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga