Dari Jurnalis, Caleg Demokrat Dian Aji Siap Berjuang Untuk Rakyat Pesawaran

Selasa, April 09, 2019
Pesawaran (SNC): Panggung politik ternyata tidak hanya menggiurkan para kaum petahana juga komunitas masyarakat yang memutuskan untuk masuk ke ranah perpolitikkan negeri. Tahun 2019 ini bahkan kuli tinta yang setiap hari menyuguhkan informasi untuk khalayak, juga kini banyak yang tertarik untuk terjun langsung ke dalamnya

Salah satunya, Dian Aji Nihan. S.Pd memutuskan ingin 'tutup pena' menulis sebuah kebenaran. Dirinya siap melepaskan pekerjaan luhur selama belasan tahun sebagai jurnalis yang ia geluti, memilih untuk mengabdikan dirinya sebagai wakil rakyat Kabupaten Pesawaran

Berawal dari pemikirannya bahwa teriakan pers yang dilakukannya untuk pemerintahan selama ini tak cukup membuatnya puas, tanpa ikut andil memberikan solusi dalam sebuah tatanan, iapun ingin hijrah ke parlement.

Ia mengaku siap menjadi pendengar dari suara lantang rakyat yang menginginkan kemudahan dan kesejahteraan untuk hidup. Berharap, kaum kritisi ini ketika terjun langsung ke ruang kritikan mereka nanti, dapat memperbaiki kekeliruan yang selama ini mereka teriaki.

Permasalahannya, apakah mampu segelintir kaum jurnalis ini unggul melawan ratusan calon legislatif termasuk anggota DPRD yang akan manju kembali ?, 

Dikutif dari Lampung one, Menurut pria yang kerap mengkritisi segala kinerja pemerintah dan DPRD ini,  ia mengurai bahwasanya perjuangan ini tidaklah mudah, tantangan tentu saja silih bergnti, terutama incumbent yang sejatinya sudah memiliki pengalaman kampanye dalam menggaet simpatik

Namun begitu lanjutnya, hal tersebut tidak menjadi persoalan penting, menurutnya Caleg Demokrat Nomor Urut 5 mewakili Kecamatan Teluk Pandan,  Padang Cermin dan Way Ratai ini cukup menunjukan kinerja dan kelayakan menjadi wakil rakyat, dengan modal bertahun- tahun berdiri ditengah- tengah harapan kalangan bawah selama ini,  ia menyerahkan hasilnya kepada tuhan

"Ikhtiar kita sudah, hasilnya bagaimana,  kita berserah kepada yang diatas, biar masyarakat yang menilai, apapun hasilnya ini kembali ke masyarakat yang tentunya akan dipikul selama 5 tahun. yang jelas  kita harus mengambil hikmah dari sebuah pengalaman, agar kedepan kita dapat memilih yang lebih baik menitipkan kepercayaan untuk dijadikan tumpuan selama 5 tahun lamanya, yang faham dengan kesulitan, yang faham dengan daerahnya, yang ingin tinggal ditengah tengah masyarakat, yang tidak meninggalkan ketika sudah terpilih menjadi anggota dewan," jelasnya

Dian mengatakan, terjun  ke politik awal keinginan untuk berkontribusi secara langsung dalam mewujudkan berbagai kemudahan dan kesejahteraan masyarakat, terutama yang tidak mampu. Ia juga menuturkan bahwa keinginan itu sejatinya telah ada sejak masih mengenyam bangku pendidikan

“Kita ingin berperan lebih membantu masyarakat kita, serta turut merancang kebijakan dan peraturan pro rakyat. Sebagai jurnalis, selama ini peran saya adalah menyampaikan fakta dan melakukan kontrol sosial atau sebagai watch dog, sekarang saya menawarkan diri untuk andil didalamnya, mudah mudahan kita diberikan kepercayaan, sehingga kita dapat mewujudkan apa yang menjadi harapan masyarakat kita, yang selama ini mungkin masih tertunda," jelas Aji

Ia juga menjelaskan berdasarkan pengalaman yang ia timba selama ini di dunia jurnalis, banyak yang membuat ia kemudian terdorong dan merasa siap hingga bulat terjun di pesta demokrasi 2019

"Kita ingin turut memberikan solusi untuk daerah ini, terutama membantu dan memenuhi harapan-harapan masyarakat kita. Memang Lewat profesi kita sudah lakukan, tetapi tentu saja akan lebih luas aksesnya jika kita terjun langsung didalamnya, "kata pria satu anak ini.

Ditanya tanggapannya mengenai prilaku pemilih sekarang yang cenderung pragmatis yakni menentukan pilihan tergantung materi “ada uang ada suara” Dian Aji menyatakan tidak seluruhnya demikian

Ia meyakini bahwasanya masih banyak masyarakat yang memilih berdasarkan kelayakan, berfikir manfaat terhadap lingkungan juga dapat dijadikan tumpuan selama 5 tahun, serta menjadi pemilih cerdas dan anti menjual suara hanya untuk kepentingan sehari

"Yang kuasa itu juga memberikan sesuatu berdasarkan apa yang dilakukan. Baik dapat baik,  buruk ya dapat buruk, tinggal pilih mau cara yang mana.  Saya tidak terlalu memikirkan ini, yang penting berikhtiar dengan cara yang baik, tidak melanggar norma hukum dan agama, serta menyerahkan hasil akhirnya nanti kepada hak progratif yang maha besar," ujarnya

“Intinya apa yang kita lakukan niatkan untuk kebaikan karena hidup ini hanya sebentar, Insyaallah Pesawaran kedepan akan terus lebih baik, dan kita siap mendorongnya,” pungkasnya. (*)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga

Terdahulu