Dicampakan Anak dan Istri Karena Lumpuh, Nasib Sobari Kini Memprihatinkan

Minggu, Mei 26, 2019
Pesawaran (SNC) :Sungguh malang apa yang menimpa Sobari (53) warga Way Tabu Desa Cilimus Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran, ia harus rela dicampakan anak dan istrinya lantaran penyakit lumpuh yang dideritanya

Pria paruh baya ini mengaku dibuang oleh keluarganya sejak tujuh bulan yang lalu, disebuah gubuk keramat petilasan dekat pemakaman umum Desa Cilimus jauh dari perkampungan

"Mungkin udah bosen ngurus saya karena sakit -sakitan gini, saya ditinggalin begitu aja sama anak bujang saya, " ungkap Sobari saat ditemui pemuda Teluk Pandan dan KWRI  pasca pembagian Sembako dan santunan kaum duafa,  Minggu (26/5/2019)

Sembari sesak Sobari menceritakan bahwa ia sebenarnya memiliki banyak anak namun tak satupun yang bersedia mengurusnya,

Istri yang hidup dengannya bertahun tahun pun menghendaki ia diasingkan dari rumah, terlebih keinginan kuat mencampakan sang suami setelah istrinya diam diam sudah menikah lagi

Diceritakan saat itu ,  sang istri menikah tanpa sepengetahuan dirinya, ia tahu Istrinya telah menikah setelah istri membawa pulang suami barunya ke rumah

Sejak kejadian tersebut istri yang ia harapkan setia, menghendaki dirinya diasingkan dari rumah di sebuah keramat pertilasan, hingga akhirnya ditemukan Ustaz Asep dan dibawa pulang untuk dirawat olehnya

"Bapak sedih sedih punya anak kayak gak punya anak. Istri juga udah nikah lagi padahal saya belum cerai.  Jangan lagi dibawa pulang ke rumah kata emaknya (istri sobari) soalnya dia berkuasa di rumah. karena sertifikat (rumah) atas nama istri saya, padahal rumah besar itu saya sendiri yang buat," Ungkapnya

"Tapi ya Allah, saya dibeginiin, " tambah Sobari.

Saat ini Sobari diurus oleh Ustaz Asep, dan selama tujuh bukan dirawat Ustadz tersebut sekalipun belum pernah dapat kunjungan

Ia juga mengungkapkan selama ini juga belum pernah mendapat bantuan dari Desa maupun dari kecamatan,

"Belum pernah dapat bantuan.  Dulu Pernah sekali ditengok kepala desa waktu di petilasan, tapi cuma liat aja," ujarnya

Diketahui Sobari menderita kelumpuhan setelah lama menderita penyakit rematik. Ia tinggal dan dirawat oleh Ustadz Asep sejak tujuh bulan yang lalu, setelah diasingkan oleh keluarganya.

Sementara itu,  Ustadz Asep berharap pihak keluarga sesekali menjumpai pak Sobari," Biar bagaimanpun ini masih orang tua, " harapnya. (aji) 

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga