Jelang Idhul Fitri Banyak Wartawan Gadungan Minta THR, Begini Saran PWI ?

Senin, Mei 27, 2019
Pesawaran (SNC): Maraknya oknum wartawan abal-abal turun gunung atau biasa disebut Wartawan Luar Negeri, tidak dapat menulis, tak pernah muncul pula saat kegiatan, namun menjelang hari raya Idul Fitri  keluar masuk Satker meminta Tunjangan Hari Raya (THR), mendapat perhatian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)

Ketua PWI Kabupaten Pesawaran, Drs. Erdanizar, meminta setiap instansi maupun Satuan kerja perangkat daerah waspada dan tidak asal percaya jika ada orang yang mengaku-ngaku Wartawan.

"Dimohon kepada Kepala Dinas maupun pejabat di institusi pemerintahan agar waspada dan tidak mudah percaya saat didatangi orang yang mengaku sebagai Wartawan, yang ujung-ujungnya hanya minta duit atau THR menjelang lebaran," ungkap Nizar di Sekretariat PWI Perwakilan Pesawaran, Senin (27/5/2019).

Erdanizar menegaskan, Sarker harus dapat membedakan mana wartawan mana yang pura pura wartawan 

Wartawan yang tergabung dalam PWI merasa risih dan prihatin dengan kemunculan oknum-oknum tersebut , karena jika ada liputan di wilayah Kabupaten Pesawaran mereka tidak pernah muncul, namun menjelang hari raya Idul Fitri malah keluar seperti jamur musiman

"Terus terang kita merasa risih dan prihatin dengan munculnya Wartawan abal-abal, apalagi keberadaannya tidak pernah dikenal oleh kawan-kawan media yang biasa menjalankan tugas jurnalistik nya di Bumi Andan Jejama," pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Pesawaran A.Syafe'i, melalui Sekretaris Kominfo Darwin Fernandes, membenarkan ketika memasuki Hari raya Idul fitri, oknum-oknum yang mengatasnamakan wartawan banyak keluar masuk dinas untuk meminta THR.

"Iya ini betul, inilah yang terkadang menjadi dilema satker, entah dari mana-mana banyak ngaku wartawan namun tidak kami kenal dengan membawa proposal minta THR, sedangkan pemerintah daerah itu sendiri, sudah jelas tidak ada anggaran untuk proposal, kalau pun itu ada, itu suatu kebijakan dari satker masin-masing," terangnya.

Darwin menghimbau, agar Satker dapat berkoordinasi dengan diskominfo terkait mana mana Wartawan dan media yang sudah  terbukti legalitasnya semua telah terdata di Diskominfo 

"Kami juga menghimbau kepada seluruh satker kalau ada oknum wartawan yang tidak dikenal bawa proposal minta-minta THR, silakan konfirmasi ke Kominfo untuk mempertanyakan legalitas media tersebut," ujarnya.  (red/pwi)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga