Gadaikan Motor Demi Tebus Ijazah, SMK Yamako Patok Harga Enam Juta

Rabu, Juli 10, 2019
Pesawaran (SNC) : Demi mendapatkan Ijazah di SMK Yamako,  Eko warga Desa Karang Rejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran, harus rela menggadaikan motor miliknya seharga 3,5 juta rupiah

Kerabat Eko, Yani Baser (48) mengatakan, Eko menggadaikan motor miliknya untuk menebus Ijazah yang selama ini tertahan, sebab semasa sekolah Eko memiliki sejumlah tunggakan yang harus dibayarkan 

"Si Eko menggadaikan motor Rp.3,5 juta ke saya katanya buat nebus ijasah," katanya
  
Sayang alih alih ijazah berlabuh ditangan lalu bisa melamar kerja ternyata Eko pun kembali harus menelan pil pahit. Hal ini lantaran uang hasil gadaian motor yang ia dapat ternyata tak cukup menebus ijazah yang ditahan

 Kepala Sekolah ternyata meminta bayaran melebihi uang hasil gadai motornya, yakni meminta bayaran tunggakan sebesar Rp. 6 juta 

"Harusnya ada dong rinciannya. Rp. 6 juta ini buat apa aja. Masalahnya si Eko mau menggadaikan motor Rp.3,5 juta ke saya katanya buat nebus ijasah. Namun pas mau bayar ijasah biaya membengkak jadi Rp. 6 juta, saya klarifikisi ya bener Rp. 6 juta nebusnya " Ujar Yani, Rabu (10/7/2019).

Tindakan yang dilakukan pihak Sekolah SMK Yamako ,lanjut Yani sangat memberatkan siswa dan memperburuk citra sekolah itu sendiri,

"Mahalnya harga ijasah yang harus di tebus oleh mantan para  Siswa siswi, pastinya akan berdampak buruk bagi sekolah. SMK Yamako adalah sekolah swasta, kalo seperti itu siap yang mau sekolah disana,"katanya.

"Harusnya pihak sekolah tidak bisa menahan ijasah Muridnya dong. Itu sudah melanggar anturan, bukan apa apa SMK Yamako ini kan dapat dana BOS. Makanya saya kesini biar pihak sekolah tidak semena- mena,Takutnya murid murid lain sama juga kaya gini juga,"tandasnya

Sementara itu saat dikomfirmasi melalui via Telpon Kepsek SMK Yamako Sumardi membenar kan hal tersebut,"  ya itu bayar sekolah, tapi bukan nebus ijasah. Bukan ditahan tapi tidak pernah di ambil. Baru kemarin dia ngomong Itu sudah 3 tahun,"ujarnya.

Sumardi sendiri mengaku lupa dengan total rincian pembayaran  yang  harusnya dikeluarkan alumni siswa tersebut, ia hanya ingat jika jumlahnya  siperkirakan sebesar Rp. 6 juta

"Aku lagi rapat diluar. ya lupa aku, enam jutaan itu semua," pungkasnya.(red)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga