Menjerit Panitia Pilkades Baturaja karena ini, Ketua Curhat ke Pemda

Kamis, Juli 11, 2019
Pesawaran (SNC) :  Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Baturaja Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, saat ini kebingungan lantaran proses perhelatan pemilihan kepala desa di desanya

Panita bingung sebab sejak dimulainnya hingga selesai proses pendaftaran Balonkades, belum ada dana operasional untuk panitia dalam menjalankan tugas

Panitiapun menjerit untuk proses selanjutnya, disamping dana harus dimiliki untuk mengakomodir segala keperluan, disisi lain dana belum nampak hilalnya

"Jadi gimna ini senin kita mulai verifikasi, Kalau  kita bebankan  kepada para calon untuk iuran gak mungkin mau. Sebetulnya ada anggaran dari desa untuk pelaksanaan Pilkades ini,  tapi persoalannya tahapannya dimulai dari sekarang sementara anggaran untuk pelaksanaan Pilkdes turunnya dianggaran DD tahap tiga nanti, " ungkap Ketua Panitia Pilkades, Nurul Ikhwan mencurahkan kebingungannya ke Kasubag Pemerintahan Desa,  Enggo Pratama, Kamis (11/7/2019)

Nurul meminta Pemdes Sekdakab, dapat memberi solusi terkait permasalahan panitia tersebut. Ia mengaku bingung dengan situasi di desa saat ini

"Selentingan saya dengar juga kalau calon sepertinya keberatan kalau harus diminta iuran,  tapi kalau enggak,  dana siapa yang harus nutupi selama Pilkades dilaksanakan, " jelasnya

Sementara menanggapi curhatan ini, Kasubag Pemerintahan Desa,  Enggo Pratama menyarankan panitia, desa dan calon, menggelar musyawarah mufakat

Enggo meminta persoalan tersebut diflur kepada calon untuk menemukan titik temu. Pihaknya tidak dapat memberikan solusi lain kepada desa tersebut, selain menyelesaikan persoalan tersebut dengan cara musyawarah 

"Kalau misalnya calon tidak bersedia iuran, ya gimana, apakah harus menggunakan dana talangan dulu. Sebab kalau menurut aturan memungut dana dari calon juga salah,  oleh karena itu perlu dilakukan kesepakatan, " ungkapnya

Hingga selesai penerimaan berkas Balonkades, untuk sementara dana tahapan Pilkades di Desa Baturaja ditanggung oleh ketua panitia Pilkades. 

Desa sendiri bukan tidak menganggarkan, desa menggarkan untuk perhelatan Pilkades di desa tersebut sebesar Rp. 12 juta

 Akan tetapi dikarenakan proses penganggaran meleset dari pelaksanaan, sehingga membuat proses tahapan Pilkades di Desa Baturaja menjadi tersendat-sendat

Sementara itu Kepala Desa Baturaja, Amrullah mengaku jika kesalahan penganggaran ini terjadi,  bermula ketika ada kesalahfahaman antara desa dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) 

"Dulu desa dapat sosialisasi dari PMD, katanya Pilkades dilaksanakan bulan 11 (November), sehingga kita anggarkanlah dibulan ini,  tapi setelah Rab APBDes selesai dan berjalan kita dapat sosilisasi lagi dari PMD bahwa Pilkades dilaksanakan bulan Oktober, sementara Rab APBDes sudah jadi," uangkap Kades Baturaja, Amrullah di Pemda.  (aji) 

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga