Jatuh Korban, Pemerintah Diminta Cepat Atasi Gizi Buruk di Papua

Sabtu, Januari 13, 2018
Bandarlampung (SNC) : Pemerintah pusat diminta cepat mengatasi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak disertai gizi buruk yang terjadi di Asmat Papua

Kasus kesehatan diwilayah tersebut telah menyabkan meninggalnya 24 orang anak suku Asmat. Gizi buruk ini telah mengancam kelangsungan hidup anak-anak di Papu, sebagai akibat kurangnya asupan makanan bergizi, dalam tempo empat bulan terakhir

Anggota Komisi IX DPR RI, Frans Agung MP Natamenggala yang juga Ketua Bidang Kesehatan & Medis PPK Kosgoro, mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah cepat penanganan kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk di daerah tersebut

"Kejadian bencana kesehatan di Asmat ini jelas telah melukai hati bangsa Indonesia. Dan ini bukti kalau hak dasar warga Indonesia atas akses Kesehatan belum terpenuhi," ujarnya, saat ditemui di Bandaampung, Sabtu, (13/1/2018).

Frans Agung menuturkan, dengan kejadian yang menimpa di Asmat Papua menandakan bahwa saat ini masih banyak warga Indonesia belum mendapatkan imunisasi.
"Ini menandakan bahwa Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Indonesia tidak sampai 100 persen," ucapnya.

Tentu ini, lanjut Frans Agung, pemerintah lamban dalam mengantisipasi adanya kasus seperti ini. 

"Pemerintah sudah seringkali diingatkan supaya pelayanan kesehatan harus dioptimalkan dan merata," tuturnya

Ia melanjutkan, bahwa tidak logis dan rasional pemerintah mengaku sudah melakukan pemenuhan hak dasar warga akan akses kesehatan. Namun faktanya masih banyak warga belum terpenuhi hak dasar itu. 

"Jangan sampai kejadian di Asmat, Papua juga terjadi di daerah lain. Apalagi sekarang banyak warga terjangkit kasus Difteri. Ini harus segera dilakukan pencegahan dini," ucapnya.(rl) 

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga