Setelah Aktivis, Dewan Pringsewu Himbau Pemda Tutup Tambang Tambahrejo

Senin, Januari 22, 2018
Pringsewu, (SNC) : Setelah sebelumnya aktivis Walhi menyoroti kegiatan tambang tampa izin di Pekon Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, kali ini giliran Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pringsewu, Anton Subagiyo angkat bicara 

Anton menghimbau kepada Pemda Pringsewu segera menutup tambang batu tersebut, sebab hingga kini aktivitas tambang tersebut beroperasi tanpa memiliki izin

"Komisi I meminta dengan hormat kepada pengusaha tambang batu supaya melengkapi perizinannya dulu dan meminta pengelolaan tambang di berhentilkan dulu supaya tidak ada persoalan di kemudian hari,"Himbau Anton Subagiyo, Senin (22/1/2018)

Anton mengaku Komisi I Sudah turun kelokasi meninjau area penambangan di pekon tambah Tejo. Politisi asal golkar ini meminta dan mendesak  kepada CV BKBM  pemilik usaha  tambang  agar menghentikan kegiatan penambangan, sebelum melengkapi persyaratan yang sudah di tentukan pemerintah yaitu Izin usaha penambangan ( IUP) 

"Artinya semua usaha yang ada di Kabupaten Pringsewu baik usaha batu atau pun lainnya harus memiliki perizinan," pintanya 

Sebelumnya, Direktur Walhi Provinsi Lampung, Hendrawan juga mendesak pemerintah Kabupaten Pringsewu dan kepolisian melakukan penutupan terhadap usaha tambang tersebut 

Sebab dengan terus beroperasinya tambang batu di Pekon Tambahrejo yang dikelola oleh CV BKBM milik Yus, adalah termasuk pembiaran terhadap pelanggaran hukum

Undang-Undang Republik Indonesia nomor 32 tahun 2009 tentang pengelolaan dan lingkungan hidup yakni  Pasal 22 telah mengatur , bahwa setiap kegiatan atau usaha yg berdampak terhadap lingkungan wajib memiliki amdal/izin lingkungan

Selanjutnya pasal 109 juga tertulis dengan lugas, bahwa setiap orang yg melakukan usaha atau kegiatan tampa memiliki izin lingkungan dapat dipidana penjara maksimal 3 tahun. (Nurul)  

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga