Bupati Paparkan Tujuh Laporan Pertanggungjawaban APBD 2018 ke DPRD

Senin, Juni 17, 2019
Pesawaran (SNC) : Terkait paripurna Ranperda pertanggungjawaban anggaran APBD 2018, Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona memaparkan berupa tujuh laporan di hadapan seluruh anggota DPRD

Laporan tersebut berupa realisasi anggaran, laporan saldo anggaran lebih, neraca, laporan lperasional, laporan lerubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan

Secara umum tujuh laporan atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ini yang pertama laporan RAPBD. Menurutnya realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2018 sebesar Rp1,285 Trilyun atau sebesar 95,43% dari anggaran sebesar Rp1,347 Trilyun

"Ini bersumber dari pendapatan asli daerah, pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan yang sah.," kata dia

Dari pengelolaan Pendapatan Asli Daerah yang tersebar di beberapa OPD terealisasi sebesar sejumlah   Rp58,265 Milyar atau 83,47% dari target sebesar           Rp69,806 Milyar. 

Realisasi PAD ini meliputi realisasi Pajak Daerah sebesar Rp24,649 Milyar, realisasi retribusi daerah sebesar Rp5,227 Milyar, realisasi pendapatan pengelolaan kekayaan daerah sebesar Rp410 juta, dan realisasi lain-lain PAD yang sah sebesar Rp27,977 Milyar.

Dari pengelolaan pendapatan transfer yang meliputi dana perimbangan dari pemerintah pusat dan transfer dari pemerintah provinsi terealisasi sebesar Rp1,179 Trilyun atau 96,48% dari anggaran sebesar Rp1,222 Trilyun.

 Sedangkan dari pengelolaan Lain-lain Pendapatan Yang Sah Tahun Anggaran 2018 terealisasi sebesar   Rp.48,058 Milyar atau 87,29% dari anggaran sebesar Rp. 55.059 Milyar.

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan BPK RI diperoleh realisasi belanja daerah dan transfer tahun anggaran 2018 sebesar Rp1,340 Trilyun atau sebesar 95,42% dari anggaran sebesar Rp1,404 Trilyun yang meliputi belanja operasional, belanja modal, belanja tak terduga dan belanja transfer.

 "Untuk Belanja Operasi terealisasi sebesar Rp795,055 Milyar atau 96,27% dari anggaran sebesar Rp825,828 Milyar. Realisasi tersebut meliputi belanja pegawai sejumlah Rp536,595 Milyar, belanja barang dan jasa sejumlah Rp243,093 Milyar dan Belanja Hibah sejumlah Rp15,367 Milyar," ujarnya

Selanjutnya, dijelaskan realisasi belanja modal sebesar Rp331,911 Milyar atau 90,95% dari anggaran sebesar Rp364,956 Milyar. 

Realisasi belanja modal tersebut meliputi belanja modal tanah sejumlah Rp. 6,009 Milyar, Belanja modal Peralatan dan Mesin sejumlah   Rp23,774 Milyar, Belanja Modal Gedung dan Bangunan sejumlah Rp101,726 Milyar, Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan Jaringan sejumlah Rp187,785 Milyar, dan Belanja Modal Aset Tetap Lainnya sejumlah Rp12,616 Milyar.

Untuk Belanja tidak terduga terealisasi sebesar Rp2,005 Milyar atau 99,44% dari Anggaran sebesar  Rp2,016 Milyar. Sementara itu, pada pos belanja transfer terealisasi sejumlah Rp211,333 Milyar atau 99,75% dari Anggaran sejumlah Rp211,865 Milyar. 

Realisasi belanja transfer meliputi transfer bagi hasil pajak daerah kepada pemerintah kabupaten/kota sebesar Rp2,322 Milyar, transfer bantuan keuangan ke desa sebesar Rp208,067 Milyar, dan transfer bantuan keuangan lainnya sebesar Rp943,764 Juta. 

Dari sisi pembiayaan netto dari laporan hasil pemeriksaan BPK-RI terealisasi sebesar Rp57,909 Milyar atau 101,40% dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp57,113 Milyar yang merupakan hasil dari Komponen penerimaan pembiayaan dikurangi dengan pengeluaran pembiayaan. 

Dari sisi penerimaan pembiayaan terealisasi sebesar Rp59,559 Milyar yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun lalu dan koreksi kesalahan pembukuan tahun sebelumnya sedangkan dari sisi pengeluaran pembiayaan terealisasi sebesar Rp1,650 Milyar, sehingga pembiayaan netto sebesar Rp57,909 Milyar.

"Untuk Laporan Saldo Anggaran Lebih Tahun Anggaran 2018 menunjukkan Saldo Anggaran Lebih Awal sebesar Rp59,613 Milyar, ditambah dengan Silpa Tahun 2018 sebesar Rp3,526 Milyar, dikurangi dengan koreksi kesalahan tahun lalu sebesar Rp53,220 Milyar, sehingga diperoleh Saldo Anggaran Lebih Akhir sejumlah Rp3,526 Milyar," paparnya

Untuk posisi aset per 31 Desember 2018 sebesar Rp2,117 Trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp172,565 Milyar atau 8,87% dari tahun 2017 sebesar Rp1,944 Trilyun. Sedangkan untuk posisi kewajiban per 31 Desember 2018 sebesar Rp. 39,912 Milyar mengalami penurunan sebesar Rp11,327 Milyar atau 28,38% dari tahun 2017 sebesar Rp39,912 Milyar. 

Selanjutnya, posisi ekuitas per 31 Desember 2018 sebesar Rp2,088 Trilyun mengalami kenaikan sebesar Rp183,892 Milyar atau 9,66% dari tahun 2017 sebesar Rp1,904 Trilyun.

Dari sisi realisasi pendapatan laporan operasional per 31 Desember 2018 sebesar Rp1,165 Trilyun, sedangkan realisasi beban sebesar Rp1,029 Trilyun, sehingga diperoleh Surplus dari Kegiatan Operasional sebesar Rp136,613 Milyar. Selanjutnya surplus dari kegiatan operasional dikurangi dengan defisit dari kegiatan non operasional sebesar Rp11,584 Milyar diperoleh surplus sebelum pos luar biasa sebesar Rp125,028 Milyar.  Dengan demikian setelah dikurangi beban luar biasa sebesar Rp2,005 Milyar maka surplus laporan operasional sebesar Rp123,022 Milyar. 

Laporan perubahan ekuitas selama periode pelaporan tahun 2018 diperoleh Saldo awal ekuitas sebesar Rp1,904 Trilyun, ditambah dengan Surplus yang diperoleh dari Laporan Operasional sebesar Rp123,022 Milyar, dikurangi koreksi ekuitas sebesar Rp60,890 Milyar, sehingga diperoleh ekuitas akhir sebesar Rp2,088 Trilyun.

 Dengan demikian, apabila dibandingkan dengan ekuitas awal tahun 2017 maka ekuitas akhir tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar Rp183,892 Milyar atau meningkat 9,66%.

Laporan arus kas selama tahun anggaran 2018 menunjukkan realisasi arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp277,528 Milyar, Arus kas bersih dari aktivitas investasi sebesar minus Rp333,561 Milyar, Arus kas bersih dari aktivitas transitoris/non anggaran sebesar Rp1,431 Milyar, sehingga akumulasi dari keempat aktivitas dalam arus kas diperoleh saldo kas akhir sebesar Rp3,767 Milyar. (rl)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga