Dorong Kejari, Solid Lampung Minta Pengutil Dana Desa Diproses Hukum

Minggu, Juli 28, 2019
Pesawaran (SNC): Menyoroti adanya laporan masyarakat Desa Cilimus kecamatan Teluk Pandan dan Desa Tanjung Rejo Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran, yang resmi dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kalianda, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Solid Lampung ikut mendesak agar kedua desa cepat dilakukan pemeriksaan 

"Laporan itu merupakan petunjuk awal bagi Kejaksaan untuk mengungkap semuanya, jika ini disertai indikasi dan bukti yang kuat, berarti sudah jelas titik awal dimana letak penyimpangan yang harus dilakukan pemeriksaan," jelas Ketua DPD LSM Solid Lampung, Romli, Minggu ( 28/7/2019)

Ia menyarankan agar laporan masyarakat desa tersebut seyogyanya ditanggapi dengan sigap, sebab laporan ini wujud dari kepedulian masyarakat terhadap keadaan desanya

"Bahwa dana itu bukan untuk kades tapi untuk pembangunan desa. Nah masyarakat sudah menunjukan kepedulian mereka sekarang tinggal penegak hukum lagi gimana menjalankan fungsinya," tambahnya

Romli menegaskan, LSM Solid Lampung akan ikut mengamati perkembangan kedua desa yang dilaporkan tersebut hingga tuntas. Ia juga mendukung Kejari melakukan pemeriksaan agar prilaku menyimpangkan dana desa ini dapat segera dihentikan

"Menyimpangkan dana desa, ini juga merupakan bentuk penghianatan terhadap amanat UU, terhadap masyarakat, dan terhadap pemerintah pusat yang menitipkan anggaran untuk memajukan desa," terangnya
"Oleh karena itu kita harap kalau buktinya kuat ini diproses hukum, sehingga desa-desa lain di Kabupaten Pesawaran tidak melakukan hal yang sama. Apalagi sepertinya belum ada kades yang diproses. Kalau dibiarkan tentu ini terus subur, kemajuan daerah tersendat masyarakat lagi korbannya, dan imbasnya kekecewaan terhadap pemimpin juga akan terjadi," ujarnya

Diketahui, sebelumnya, Perwakilan warga Cilimus dan LSM Pramukti telah melaporkan dua desa tersebut ke Kejaksaan Kalianda, serta memberikan tembusan kepada Bupati Pesawaran melalui inspektorat, terkait banyaknya indikasi penyimpangan yang terjadi di kedua desa. (aji)

BACA JUGA : Dugaan Penyelewengan DD, Cilimus dan Tanjungrejo Sampai ke Kementerian PDTT

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga