Kakak Beradik Perkosa Anak Dibawah Umur, Keluarga Tuntut Keadilan di Polsek Natar

Kamis, Juli 25, 2019
Lampung Selatan (SNC): Sungguh malang nasib bunga (16) gadis belia warga Tanjung Sari IV Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan,  kesuciannya direnggut oleh dua orang pemuda kakak beradik berinisial E dan A tak lain tetangganya sendiri 

Pelecehan anak dibawah umur ini terungkap  Maret 2019 lalu ketika korban menceritakan kepada orang tuanya tetang apa yang ia alami hingga takut untuk kembali pulang ke rumah

Pritiwa ini terjadi ketika korban hendak berangkat kesekolah, pelaku berpura -pura menawarkan tumpangan kepada Korban tiba -tiba diperjalanan pelaku membawanya kerumah teman pelaku kemudian melakukan pelecehan seksual terhadap korban.

Naasnya pelecahan ini bukanlah pertama kali, peristiwa pertama juga terjadi ketika korban sedang tidur diruang tengah rumahnya, pada saat itu korban sedang ditinggal oleh ibunya bekerja, tiba-tiba pelaku (adik pelaku) masuk lewat pintu belakang dan melakukan pelecehan yang sama terhadap korban

Bak disambar petir mengetahui kabar ini keluarga pun sangat syok. Bahkan ibu korban sempat tak sadarkan diri 

Keluarga korban tak menyangka kedua pelaku kakak beradik yang sudah dianggap keluarga oleh keluarga Korban, tega memperkosa bunga,  

"Kalau di rumah mereka (E dan A) bebas keluar masuk rumah. Saya gak nyangka, ya allah, mereka dua (kakak beradi red) sudah saya anggap kayak anak sendiri," ungkap Ibu korban yang kini berjuang minta Keadilan di Polsek Natar, Kamis (25/7/2019)

Suhartati bibik korban mengungkapkan, sebelumnya keluarga berusaha meminta pertanggung jawaban dari keluarga pelaku, namun upaya meminta pertanggung jawaban ini justru tak dihiraukan. 

Sebaliknya, Keluarga korban justru mendapat makian dari keluarga pelaku, hingga akhirnya kelurga korbanpun melapor ke Polsek Natar Lampung Selatan .

Korban saat ini masih mengalami troma berat dan malu untuk sekedar keluar rumah, bahkan korban tak ingin bersekolah lagi karena malu, 

Hari-hari korban berdiam diri dirumah, dengan nampak fisikologisnya masih terganggu

Saat ini Keluarga disampingi salah satu LBH Sai Hati, Ahmad Hendra, yang bersedia mendampingi keluarga korban untuk mendapatkan keadilan

"Sebelumnya keluarga korban menumi kami selaku LBh Sai Hati, menurut pengakuan pelapor sudah tiga bulan kasus ini ditangani kepolisian tapi belum mendapat keadilan. karena kami ada rasa kemanusiaan lillahitaalah kita membantu tanpa kita bicara materi," ujar Ahmad Hendra.

Hingga saat ini pendampingan kasus pelecehan ini masih terus bergulir. Sementara kedua pelaku masih bebas berkeliaran. Kejadian ini mengingatkan kepada orang tua untuk lebih hati-hati menjaga anak gadis dan tidak mudah percaya dengan orang lain. (red)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga