Ancam Nasib Petani, Pramuka Diminta Hindari Produk Impor

Rabu, Agustus 14, 2019
Pesawaran (SNC): Globalisasi selain mempunyai aspek positif, tetapi tidak sedikit menimbulkan dampak negatif. Dengan globalisasi dunia seakan tanpa batas (borderless), begitu pula lalu lintas orang dan barang dapat berpindah dengan mudah

 Dengan globalisasi memudahkan pemenuhan berbagai kebutuhan dasar manusia termasuk kebutuhan pangan. Namun pada sisi lain, hal ini dapat mengancam keberlangsungan nasib petani. 

"Saya meminta setiap anggota untuk sejauh mungkin tidak mengkonsumsi produk pertanian dan pangan impor, dan beralih pada produk lokal dalam setiap kegiatan pramuka dan keseharian," ungkap Dendi saat apel besar peringati hari Pramuka ke 58, Rabu (14/8/2019)

Pramuka disarankan menghindari produk impor ini sebagai wujud kecintaan seluruh anggota pramuka kepada NKRI dan para petaninya.

 "Niscaya keutuhan negara ini akan terus terjadi, ketika kecintaan kita pada bahan pangan lokal terus menguat," kata Dendi

Selain soal pangan, Dendi juga mengulas tentang kerusakan dan pencemaran lingkungan yang harus juga difikirkan sebagai warisan yang akan diberikan kepada generasi penerus pada masa mendatang. 

Diharapkan berkembangnya hard skill bagi segenap anggota pramuka untuk setiap saat melakukan aksi nyata 

“perang terhadap sampah plastik. Saya minta sejak saat ini juga dalam kegiatan-kegiatan pramuka, mulai dari Kwartir Nasional sampai dengan gugus depan, bahkan kegiatan-kegiatan pribadi anggota pramuka kapanpun dan dimanapun berada, kita menolak (refuse) penggunaan barang-barang yang berbahaya bagi lingkungan," ajaknya

Ia mengajak untuk bertekad semaksimal mungkin memanfaatkan produk yang dapat digunakan lagi (reuse) dan menghindari produk sampah yang berbahaya bagi lingkungan. 

"Kegagalan umat manusia memelihara kelestarian lingkungan, sama artinya undangan terbuka bagi timbulnya berbagai bencana, seperti banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan. Gerakan Pramuka tidak dapat dan tidak boleh berpangku tangan setiap kali terjadi bencana, tetapi mengambil peran aktif bersama instansi terkait melakukan tindakan pertolongan pertama yang diperlukan (first aid)," katanya

"Untuk itu, setiap anggota pramuka diharapkan menjadi ksatria yang sadar bencana, yang rela menolong dan rela berkorban bagi sesama, serta tabah ketika menghadapi bencana," ujarnya.

Diketahui, kegiatan apel besar  memperingati hari Pramuka ke-58 ini, dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran, yang juga aktif dalam kegiatan pramuka. (aji)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga