Chodri Cahyadi Jawab Tudingan Soal Selewengkan DD

Senin, Agustus 12, 2019
Pesawaran (SNC): Menjawab tudingan yang menyebutkan bahwa terjadi penyelewangan DD pada APBDes 2018, mantan Kepala Desa, Hanura Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Chodri Cahyadi memberikan klarifikasi kepada awak media, Senin (12/8/2019)

Chodri menjelaskan bahwa perkebangan isu yang terjadi belakangan ini menurutnya tidak benar adanya. Ia mengatakan bahwa ini hanya soal ketidak tahuan semata, sehingga terjadi kekeliruan informasi yang kemudian berkembang menjadi kesalah fahaman 

"Ini hanya hanya ketidak fahaman saja soal kegiatan desa, ya gak apa-apa, mudah-mudahan dengan kejadian ini semua bisa mengerti ," ungkap Chodri

Sebetulnya kata Chodri, soal dugaan fiktif yang ditudingkan kepadanya seperti Jalan dan  jembatan, diakui memang dulunya sempat dianggarkan, namun karena ada problem sehingga ini tidak dapat direalisasikan. 

Tetapi begitu, dengan tidak dapat direalisasikannya kegiatan ini menurutnya bukan berarti menjadi fiktif. Dalam sistem Siskeudes kode rekening kegiatan sudah di 0 (nol) kan, meskipun nama item kegiatannya tetap muncul di APBDes

"Permasalahannya mengenai dugaan adanya kegiatan fiktif dikarenakan narsumber saudara YP tidak memahami. Bahwa dalam APBDes perubahan yang menyatakan bahwa pekerjaan jembatan dan jalan yang dimaksud sebenarnya di aplikasi Siskeudes kode rekening kegiatan sudah dalam posisi nol, itu artinya ini memang tidak dilaksanakan, cuma walaupun tidak dilaksanakan nama itemnya tidak serta merta hilang, tetap muncul di APBDesnya, tetapi kode rekening nya sudah 0 ," jelasnya

Chodri menjelaskan alasan pihaknya ketika itu tidak merealisasikan kegiatan seperti Jalan tersebut ini lantaran titik lokasi pembangunan desa sama dengan titik lokasi pembangunan dari kabupaten 

"Jadi lokus kegiatan APBD yang ditempatkan di jalan Hi. Rakiyo tersebut sama dengan rencana lokasi pembangunan desa, sehingga desa tidak membangun dilokasi yang sama," ujarnya  

Sementara berkaitan dengan Hewan ternak yang diisukan, menurut Chodri bahwa ini juga sebenarnya telah dilaksanakan sepenuhnya oleh desa.

Hanya saja hewan ternak tersebut katanya terpaksa dipindah kandangkan, lantaran kandang yang lama sudah terpapar penyakit

" Ada semua, cuma memang kandangnya terpaksa dibongkar karena terpapar penyakit, jadi dipindah, gak mungkin kita tetap gunakan (kandangnya) mati semua nanti Kambingnya," ujarnya.

 "Jadi saya selaku mantan Kepala Desa Hanura bermaksud pada saat ini klarifikasinya adalah sewaktu saya menjabat sudah mengerjakan kegiatan dan merealisasikan kegiatan sesuai dengan yang termaksud di Peraturan Desa APBDes Perubahan 2018, mengenai hal hal lainnya silahkan di konfirmasikan ke pemerintah desa Hanura (saat ini PJ)," Tegasnya (red)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga