Dilaporkan Penganiayaan, Kades Sutrisna Lapor Balik Kasus Pemerasan

Kamis, Agustus 15, 2019
Pesawaran (SNC): Dilaporkan dugaan penganiayaan anak dibawah umur, Kepala Desa Mada Jaya, Kecamatan Way Khilau, Sutrisna, memenuhi panggilan Polres Pesawaran, Kamis (15/8/2019).

Usai memenuhi panggilan, Kades Sutrisna, mengungkapkan jika dirinya merasa difitnah atas laporan dugaan penganiayaan tersebut 

"Saya merasa di fitnah dan dizholimi, karena apa yang mereka tuduhkan terhadap saya tidak benar sama sekali, dan yang lebih  kejam lagi mereka yang membuat surat pernyataan perdamaian mereka pula yang tidak mengakui karena merasa ditekan," ungkap Sutrina, sesaat setelah dimintai keterangan oleh Polres Pesawaran, 

Nana melanjutkan sebelumnya sudah terjadi perdamaian antara dirinya dengan keluarga pelapor. disebutkan dalam surat perjanjian perdamaian tersebut dibuat dan dirangkai oleh salah satu keluarga dari keempat anak yang disebut-sebut menjadi korban penganiayaan olehnya. 

"Padahal Candra yang notebene paman HCM sendiri yang membuat surat itu kenapa dia tidak mengakui, ini sudah jelas fitnah, begitu juga Adi Purnawan orang tua dari HCM, juga tidak mengakui padahal dia sendiri yang merangkai kalimat surat perdamaian dan ikut menandatangani," terangnya.

Nana mengungkapkan bahwa dirinya akan berkoordinasi dengan Tim Pengacaranya untuk menyikapi persoalan ini, bahkan ia berencana melaporkan balik terkait dengan dugaan pemerasan (pemicul awal persoalan red) yang dilakukan oleh anak-anak tersebut kepada anaknya, serta akan melaporkan Candra paman dari ALF dan Adi Purwanto kepada Polres Pesawaran.

"Kemungkinan besar nanti saya akan melaporkan mereka karena saya merasa sudah terzolimi dan nama baik saya dirusak oleh mereka," pungkasnya.

Sementara itu Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pesawaran Ipda Hendra Sapuan membenarkan jika Kades Mada Jaya sudah dimintai keterangan.

"Saat ini kami masih sebatas mendengarkan keterangan terlapor, masih kita lihat apakah ini memenuhi unsur untuk ditindaklanjuti," terangnya.

Ketika disinggung mengenai adanya oknum yang kemungkinan menunggangi laporan tersebut, Ipda Hendra Sapuan mengungkapkan dirinya hanya berfokus kepada pengumpulan keterangan dari terlapor.

"Kalau masalah itu silakan saja terlapor berpendapat, kami masih mendengarkan keterangan dari terlapor," tambahnya. (red)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga