Jalani Proses Penyidikan, Kades Mada Jaya akan Dinon Aktifkan Sementara

Jumat, Agustus 16, 2019
Pesawaran (SNC): Agar fokus menjalani proses penyidikan terkait dugaan penganiayaan yang dituduhkan kepada Kades Mada Jaya, Sutrisna, pemerintah daerah Kabupaten Pesawaran, saat ini  akan menon aktifkan Sutrisna dari jabatan untuk sementara.

Hal itu disampaikan, Dendi Ramadhona usai sidang paripurna istimewa mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Jokowi di Gedung DPRD Pesawaran, Jumat (16/8/2019) 

"Kemarin lusa hari Rabu saya sudah perintahkan, pak Inspektorat langsung yang turun. Kemarin saya Baru mendapatkan informasi langsung bahwa yang baru diklarifikasi pihak korban. Kades belum, karena alasannya memenuhi panggilan Polres jadi tidak ketemu di Desanya Desa Mada Jaya, "kata Dendi

Dendi menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mempersiapkan konsep pemberhentian sementara tersebut

 "Kalau memang dia terbukti memukul berartikan ada jalur Hukum yang akan di tempuh, jadi kita non aktifkan sementara. Kosep pemberhentian sementara juga sudah kita Buat, "ujarnya

Diketahui Kepala Desa Mada Jaya, Kecamatan Way Khilau, Sutrisna,  telah memenuhi panggilan Polres Pesawaran, Kamis (15/8/2019).

Usai memenuhi panggilan, Kades Sutrisna, mengungkapkan jika dirinya merasa difitnah atas laporan dugaan penganiayaan tersebut 

"Saya merasa di fitnah dan dizholimi, karena apa yang mereka tuduhkan terhadap saya tidak benar sama sekali, dan yang lebih  kejam lagi mereka yang membuat surat pernyataan perdamaian mereka pula yang tidak mengakui karena merasa ditekan," ungkap Sutrina, sesaat setelah dimintai keterangan oleh Polres Pesawaran, 

Nana melanjutkan dalam surat perjanjian perdamaian tersebut dibuat dan dirangkai oleh salah satu keluarga dari keempat anak yang disebut-sebut menjadi korban penganiayaan olehnya. 

"Padahal Candra yang notebene paman HCM sendiri yang membuat surat itu kenapa dia tidak mengakui, ini sudah jelas fitnah, begitu juga Adi Purnawan orang tua dari HCM, juga tidak mengakui padahal dia sendiri yang merangkai kalimat surat perdamaian dan ikut menandatangani," terangnya.

Nana mengungkapkan bahwa dirinya akan berkoordinasi dengan Tim Pengacaranya untuk menyikapi persoalan ini, dan berencana melaporkan balik terkait dengan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh anak-anak tersebut kepada anaknya, serta akan melaporkan Candra paman dari ALF dan Adi Purwanto kepada Polres Pesawaran.

"Kemungkinan besar nanti saya akan melaporkan mereka karena saya merasa sudah terzolimi dan nama baik saya dirusak oleh mereka," pungkasnya. (red)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga