Komisi I DPRD, Pungutan Sporadik Jelas Pungli

Rabu, Agustus 07, 2019
Pesawaran (SNC): Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pesawaran, Yusak SH,MH menegaskan, prilaku memungut biaya Sporadik oleh desa tanpa dasar dan aturan resmi tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun

 Pungutan tanpa Perdes yang mengatasnamakan pemerintahan desa merupakan kegiatan yang bertentangan dengan hukum  

" Itu bukan termasuk lagi (pungli), tapi jelas pungli itu," Kata Ketua Komisi I, Yusak, Rabu (7/8/2019)

 Yusak menjelaskan memungut dana untuk alasan tertentu dalam pemerintahan desa, harus dilandasi payung hukum yang jelas, agar tidak menimbulkan keresahan ditengah masyarakat 

Perlunya Perdes agar masyarakat mengetahui peruntukan uang yang dipungut, bahwasanya segala tarikan yang dilakukan endingnya memang masuk PAD desa.

" Untuk itu harus punya Perdes dulu. Jangan asal memungut- mungut (Semau-mau), apabila ada yang memungut tanpa ada dasar itu namanya Pungli," ujarnya

"Ini kalau dilaporkan, bisa pidana," tegasnya

Diketahui praktek memungut sejumlah uang sebagai jasa pembuatan sporadik ini juga terjadi di Desa Cilimus Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran

KT (nama disamarkan) salah satu warga Cilimus mengaku, sekali  membuat surat keterangan tanah dari desa (Sporadik), rata -rata warga harus mengocek dana  sejumlah  700 ribu rupiah.

"Katanya biar dapat bedah rumah, kita dijanjiin, diiming-imingi bedah rumah, jadi diminta buat seporadik bayarnya 700 ribu," ungkap KT salah satu warga Cilimus, Senin (5/8/2019)

Sementara itu Kepala Desa Cilimus, Ahmad Yani sendiri tak menapik jika ada pungutan untuk pembuatan Sporadik kepada masyarakatnya, namun ia menepis jika biaya yang dipatok tidaklah sebesar itu. 

Ia mengaku jika desa menetapkan biaya pembuatan sporadik untuk warganya hanyalah sebesar Rp.500 ribu / rumah, dan mengklaim jika pungutan itu sudah memiliki payung hukum berupa Peraturan desa  nomor 5
Sebelumnya, mantan Kabag Hukum Pemkab Pesawaran, Susi Patminingtiyas juga memberikan pendapat, bahwa kegiatan manarik uang dari masyarakat sebagai jasa pembuatan Sporadik tanpa disertai Perdes, merupakan kegiatan Pungli. (aji)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga