Pesan Kadis Pendidikan, Sekolah Harus Mampu Bedakan Wartawan dan bukan Wartawan

Senin, Agustus 05, 2019
Pesawaran (SNC):  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran Pauzan Suaidi sangat mengapresiasi sosialisasi Undang-undang Pers yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pesawaran di Kecamatan Way Khilau, Senin (5/8/19).

Kepala Disdikbud mengatakan Wartawan bukanlah sebagai momok dan bukan untuk ditakuti, karena wartawan sebagai Mitra dalam sama-sama membangun Kabupaten Pesawaran khusus nya di bidang peningkatan mutu pendidikan.

"Namun Ibu bapak kepala sekolah juga harus dapat membedakan mana wartawan yang benar-benar atau wartawan yang tidak jelas atau abal-abal," katanya, 

Hal yang sama juga di ungkapkan Koordinator Kecamatan Disdikbud Kecamatan Way Khilau Jamhari, pihak nya mengucapkan terima kasih kepada Organisasi PWI Pesawaran yang telah melakukan sosialisasi UU pers di terhadap guru, kepala sekolah di wilayah nya.

"Sehingga dengan adanya acara sosialisasi ini, kepala sekolah maupun guru tahu akan tugas yang sebenarnya seorang wartawan, karena selama ini, wartawan terkadang menjadi momok bagi mereka, jadi dengan adanya sosialisasi ini Kepala sekolah khususnya tidak takut lagi menghadapi wartawan," ujarnya.

Sementara itu Ketua PWI Pesawaran Erdanizar menjelaskan, Sosialisasi UU Pers Nomor 40 tahun 1999 dan Kode etik Jurnalistik ini, karena PWI Pesawaran bersama Disdikbud sering kali mendapatkan Laporan oknum wartawan yang sering meresahkan kepala sekolah sehingga dengan adanya sosialisasi ini, mereka akan memahami tugas seorang wartawan.

"Sehingga dengan adanya sosialisasi ini, kepala sekolah khususnya dapat paham akan tugas wartawan dan dapat menghadapi dengan bijak ketika didatangi wartawan abal-abal atau hanya mengaku-ngaku wartawan," terangnya.   (red)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga