Polemik Bantuan Lumbung Pangan, di Desa Marga Mulya Tanggamus

Sabtu, September 07, 2019
Ketua Poktan
Tanggamus (SNC): Bantuan lumbung pangan yang dikucurkan oleh pemerintah pusat tahun 2019, menimbulkan polemik di kelompok tani Sidodadi II, Desa Marga Mulya, Kecamatan Kelumbayan Barat, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung

Polemik muncul lantaran ketua kelompok Sidodadi II (Muksono ) desa ini dinilai tidak terbuka dengan adanya bantuan itu

Ketua terkesan menutupi prihal bantuan tersebut, dan seperti enggan menjelaskan gamlang soal bantuan yang telah diterima oleh kelompoknya

"Pernah diundang (Muksono) ke rembuk pekon tapi tidak datang, kami juga pernah nanya dengan dia langsung, tapi hanya jawab bahwa semuanya sudah dipercayakan kepada bendahara Gapoktan. Kok malah lari ke Gapoktan kan beda, ini kan untuk kelompok tani," jelas Marso anggota Poktan Sidodadi II, Sabtu ( 7/9/2019)

Bantuan lumbung pangan ini seperti diketahui merupakan bantuan dari Badan Ketahanan pangan kementrian pertanian RI dalam rangka mengatasai ketersediaan pangan ditengah-tengah masyarakat

Kebetulan menurut Marso kelompoknya salah satu kelompok yang dipercayakan oleh pemerintah untuk mengelola bantuan tersebut

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang ia terima bahwa bantuan untuk kelompok tani Sidodadi II tahun 2019 ini sebesar Rp. 60 juta. 

Dan dari besaran dana itu seluruhnya dibagi dua, setengah harus dibelikan gabah untuk persedian pangan sebanyak 5 ton bagi masyarakat, sementara sisanya untuk pengembangan ekonomi kreatif 

"Cuma selama ini gak pernah ngasih tau sama anggota,  gak pernah diajak musyawarah, harus dikelola oleh masyarakat atau kelompok. Sebenarnya kita gak tau kalau kelompok kami dapat bantuan ini kalau gak dapat informasi dari tetangga kampung," terangnya

Saat ini seluruh anggota dikatakan sudah gerah, bahkan seluruh anggota was-was jika bantuan tersebut akan disalahgunakan. (syahri)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga