Polisi Temukan Identitas Mayat Tanpa Busana di Hanau Berak

Sabtu, September 07, 2019
Pesawaran (SNC): Sosok mayat laki-laki tanpa busana terbujur kaku di Kebun Pisang milik keluarga Eri Fajri menggegerkan warga Dusun Duakha Desa Hanau Berak, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Jumat (6/9/2019) petang
Mayat tanpa identitas tersebut ditemukan pada pukul 16. 30 wib. Mayat ini ditemukan oleh tiga orang warga yakni Faisal Anggara (15), Ramadhan (14) dan Farhan (11) warga Desa Tambangan Padang Cermin, yang saat itu sedang mencari kelapa 
" Hasil identifikasi bahwa korban diketahui bernama Ardiansyah (32) anak dari Anwar (66) berasal dari Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu," ungkap Kapolres Pesawaran, AKBP Popon A Sunggoro , Sabtu (7/9/2019)

Popon menjelaskan, Kronologis kejadian ditemukannya mayat tersebut bermula pada hari Jumat (6/9) sekira Pukul 16.30 Wib. Saat itu para saksi pergi mencari kelapa diareal perkebunan di Dusun Duakha Desa Hanau Berak Padang Cermin, namun tiba tiba saja dikejutkan sesosok mayat manusia dengan posisi telungkup tanpa busana di balik pohon pisang.

Ketika itu ketiga orang saksi berlari dan melaporkan penemuan mayat tersebut kepada warga sekitar, setelah itu warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Padang Cermin.
“Setelah mendapatkan informasi tersebut kemudian Anggota  Polsek Padang Cermin menuju ke TKP penemuan mayat dengan posisi tubuh sedang telungkup, kemudian tangan sebelah kiri menggenggam erat pelepah pisang, mata sebelah kiri dugaan sementara ada bekas benturan, kuping sebelah kiri mengeluarkan darah dan lidah menjulur," ungkapnya
Usai dievakuasi selanjutnya anggota bersama dengan Tim Medis Puskesmas Padang Cermin membawa mayat tersebut ke RSUD Abdoel Moeloek Bandarlampung guna dilakukan visum.
Popon mengatakan berdasarkan hasil visum menurutnya tidak ada tanda -tanda kekerasan yang dialami oleh korban, dan hasil pengembangan pihaknya bahwa mayat tersebut merupakan warga Pagelaran Kabupaten Pringsewu bernama Ardiansyah (32) anak dari Anwar (66)
 Saat ini jenazah sudah dijemput oleh keluarganya dan diserahterimakan melalui pihak RSAM, pihak keluarga juga dikatakan menolak untuk dilakukan outopsi
" Berdasarkan keterangan dari keluarga korban  bahwa korban memang mengalami gangguan jiwa dan sudah satu bulan meninggalkan rumah," ujarnya. (red)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga