Warga, Koramil dan Polri Padamkan Kebakaran Lahan di Kurungan Nyawa

Rabu, September 11, 2019
Pesawaran (SNC): Koramil 421-02 Gedong Tataan bersama masyarakat Desa Kurungan Nyawa dan Kepolisian memadamkan kebakaran yang melalap lahan perkebunan milik warga Dusun Gedung Dalom desa Kurungan Nyawa Gedongtataan Pesawaran, 

 Saksi mata mengatakan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul. 10.45 wib, 

"Anggota Babinsa Desa Kurungan Nyawa Serka Akmal Sani yang mendapat informasi telah dilaporkan terjadi kebakaran lahan perkebunan milik Bapak Herman warga Dusun Gedung Dalom, lahan yang terbakar ± 1 Ha, yang berisi tanaman komoditas perkebunan antara lain tanaman cokelat, melinjo dan pisang," jelas Kapten Inf Sugeng PamujiPamuji kepada media ini, Rabu (11/9/19).

Danramil melanjutkan, menurut Saksi api Mulai membesar sekitar pukul 10.45 WIB. Warga berusaha mematikan api dengan alat seadanya, namun dalam kondisi rumput dan tanaman mulai mengering ditambah dengan situasi cuaca panas warga kewalahan menghadapi kobaran api semakin membesar.

"Warga berinisiatif untuk meminta bantuan kepada Babinsa setempat yang kebetulan berdomisili diwilayah desa Kurungannyawa, atas inisiatif Babinsa berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan BNPB untuk bersama memadamkan api yang sudah membesar, sehingga pada pukul 13.00 WIB api berhasil dijinakkan dan mencegah kebakaran meluas," tuturnya.

 Pj Kepala Desa Kurungan Nyawa Aditya Desilma Putra menyampaikan banyak terimakasih atas bantuan dan kerjasama semua pihak sehingga kebakaran yang terjadi di lahan perkebunan milik Herman dapat ditanggulangi sehingga tidak melebar kelahan lain.

"Saya mengucapkan kepada bapak-bapak TNI, Polisi dan warga telah membantu memadamkan api di lahan perkebunan milik Bapak Herman sehingga bisa di atasi," ujarnya.

Dia menambahkan sampai saat ini belum diketahui apa penyebab kebakaran tersebut. Dugaan sementara api berasal dari rokok yang dibuang diperkebunan

"Untuk penyebab kebakaran belum diketahui, mengingat lahan yang terbakar merupakan perlintasan warga yang menuju lahan perkebunan, diduga kuat berasal dari puntung rokok warga yang di buang sembarangan," katanya.   (red)

Bagikan Berita Melalui

Baca Juga